Milan Siap Lepas Gimenez ke MLS demi Danai Transfer Ramos dari PSG
Baca dalam 60 detik
- AC Milan berencana menjual Santiago Gimenez ke Orlando City untuk mengumpulkan dana sekitar β¬26 juta guna memboyong Goncalo Ramos dari PSG.
- Kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim memicu perubahan formasi dan perombakan lini depan, dengan Rafael Leao juga dikabarkan akan hengkang.
- PSG diperkirakan menerima tawaran β¬40 juta untuk Ramos, yang dibeli seharga β¬65 juta pada 2023, sementara Gimenez digaji dua kali lipat di MLS.

AC Milan tengah mempersiapkan perombakan besar di lini depan pada bursa transfer musim panas ini. Klub raksasa Italia itu dikabarkan siap melepas striker asal Meksiko, Santiago Gimenez, ke klub MLS Orlando City untuk membiayai pembelian penyerang Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos. Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru di bawah arahan pelatih Ruben Amorim yang baru diangkat.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Milan telah lama mengincar Ramos. Musim panas lalu, mereka sempat mendekati pemain Portugal itu, namun akhirnya memilih merekrut Christopher Nkunku dari Chelsea. Kini, dengan kemungkinan kepergian Rafael Leao yang semakin besar, kebutuhan akan penyerang baru menjadi mendesak. Amorim, yang menggantikan Massimiliano Allegri, diperkirakan akan menerapkan formasi 3-4-2-1, berbeda dengan skema 3-5-2 yang digunakan Allegri musim lalu.
PSG sendiri memboyong Ramos dari Benfica pada 2023 dengan biaya β¬65 juta plus bonus hingga β¬15 juta. Namun, laporan menyebut bahwa tawaran sekitar β¬40 juta sudah cukup untuk meyakinkan klub Prancis itu melepasnya. Milan berharap dana dari penjualan Gimenez bisa menutupi sebagian besar biaya transfer tersebut.
Keputusan menjual Gimenez juga dipengaruhi oleh ketidakcocokannya dengan rencana Amorim. Pelatih asal Portugal itu lebih menginginkan striker dengan karakteristik berbeda, dan Gimenez dipandang tidak akan menjadi bagian sentral dalam skema barunya. Sementara itu, ketertarikan Orlando City memberikan jalan keluar yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Eropa memanfaatkan pasar MLS untuk mendanai transfer mahal. Selain itu, performa pemain seperti Ramos dan Gimenez bisa menjadi tolok ukur bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, yang bermimpi menembus liga top Eropa. Jika transfer ini terwujud, Milan akan memiliki lini depan yang lebih muda dan dinamis di bawah Amorim.
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah Milan mampu mempertahankan konsistensi setelah perombakan besar ini. Dengan kepergian Leao dan kemungkinan masuknya Ramos, adaptasi taktik menjadi kunci. Akankah Amorim berhasil membangun kembali kejayaan Milan? Atau justru sebaliknya, perubahan ini hanya akan memperpanjang masa transisi?



