Real Madrid Siap Aktifkan Klausul Buy-Back, Inter Milan Incar Nico Paz di Tengah Persaingan Harga
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid dipastikan akan menggunakan opsi pembelian kembali Nico Paz dari Como sebesar €10 juta pada musim panas ini.
- Inter Milan menunjukkan minat untuk merekrut gelandang Argentina tersebut dengan nilai transfer mencapai €60 juta, namun terkendala anggaran.
- Como terancam kehilangan bintang mudanya karena keterbatasan finansial, meski klub akan tampil perdana di Liga Champions musim depan.

Real Madrid dipastikan akan mengaktifkan klausul pembelian kembali (buy-back) Nico Paz dari Como dengan nilai €10 juta pada bursa transfer musim panas ini. Langkah tersebut membuat Como nyaris mustahil mempertahankan pemain berusia 21 tahun itu, sementara Inter Milan justru mulai menyusun strategi untuk mengamankan tanda tangan gelandang Timnas Argentina tersebut dengan banderol mencapai €60 juta.
Nico Paz telah membela Como selama dua musim terakhir dan menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan klub promosi ke Serie A. Namun, Real Madrid menyematkan sejumlah opsi pembelian murah dalam kontrak Paz, dan laporan dari Corriere dello Sport menyebut Los Blancos akan menebus pemainnya kembali sebelum menjualnya dengan harga lebih tinggi. Como sendiri berharap dapat mempertahankan Paz setidaknya satu musim lagi, terutama dengan persiapan klub menghadapi debut di Liga Champions 2025-26.
Sayangnya, jika Real Madrid membanderol Paz sebesar €60 juta—angka yang dikonfirmasi oleh beberapa media Italia—Como tidak akan mampu bersaing karena keterbatasan aturan Financial Fair Play. Klub yang berbasis di Danau Como itu harus merelakan kepergian pemain andalannya meski telah menjadi bagian penting dari proyek ambisius mereka.
Di sisi lain, Inter Milan tetap memantau situasi Paz. Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, disebut memiliki hubungan personal dengan keluarga Paz—Zanetti pernah bermain bersama ayah Paz di Timnas Argentina pada era 1996-1998. Hubungan ini diyakini bisa menjadi nilai tambah dalam negosiasi. Namun, investasi €60 juta bukanlah perkara mudah bagi Nerazzurri. Klub telah mengalokasikan sekitar €50 juta untuk potensi transfer Marco Palestra, serta sedang menjajaki Oumar Solet, Evan Ndicka, dan Curtis Jones. Untuk mengamankan Paz, Inter harus melepas sejumlah pemain terlebih dahulu.
Menurut laporan akhir pekan lalu, pemain yang paling mungkin dikorbankan adalah Davide Frattesi, Luis Henrique, Ange-Yoan Bonny, dan Aleksandar Stankovic—yang baru kembali ke klub pada awal Juni. Keputusan ini tentu tidak mudah, mengingat Frattesi merupakan pemain kunci di lini tengah Inter musim lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer Nico Paz menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan klausul buy-back untuk mengontrol aset pemain muda. Real Madrid, sebagai raksasa La Liga, kerap menggunakan strategi serupa untuk pemain seperti Brahim Diaz atau Sergio Reguilon. Di sisi lain, Como yang baru promosi harus belajar bahwa memiliki pemain binaan sendiri tidak selalu menjamin retensi jangka panjang jika raksasa lain datang dengan tawaran menggiurkan.
Ke depannya, pertanyaan terbesar adalah apakah Inter Milan bersedia mengambil risiko finansial untuk Paz, atau justru Real Madrid yang akan memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi ajang pembuktian strategi klub-klub Eropa dalam menghadapi regulasi keuangan yang semakin ketat.



