Patung Jenderal Sudirman Tetap di Dukuh Atas, Pramono Bantah Isu Pemindahan
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI memutuskan Patung Jenderal Sudirman tidak akan direlokasi dari Dukuh Atas setelah desain pedestrian deck dimatangkan.
- Patung akan menjadi pusat visual dari pedestrian deck berbentuk cincin donat yang menghubungkan enam moda transportasi.
- Proyek pedestrian deck Dukuh Atas ditargetkan rampung pada 2028, memperkuat integrasi TOD di pusat Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas tidak jadi dipindahkan, mengakhiri spekulasi yang sempat memicu polemik publik. Keputusan ini diambil setelah pemerintah mengevaluasi desain pedestrian deck yang akan menjadi pusat integrasi transportasi di kawasan tersebut.
Dalam pencanangan pembangunan pedestrian deck, Minggu (21/6), Pramono menegaskan bahwa patung ikonik itu akan tetap berada di lokasi aslinya. "Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap di tempat ini. Tidak akan kita geser supaya tidak menjadi polemik," ujarnya. Posisi patung nantinya berada hampir di tengah area pedestrian deck, sehingga justru semakin menonjol dan mudah dilihat dari berbagai sisi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menambahkan bahwa desain pedestrian deck menyediakan anjungan khusus yang memungkinkan pengunjung melihat patung dari atas. "Patung Sudirman tetap di situ. Nanti ada anjungan yang saat melintas bisa langsung melihat patung dari pedestrian deck," jelasnya. Hal ini memastikan patung tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi elemen visual utama kawasan.
Sebelumnya, wacana pemindahan patung sempat mencuat saat Pramono menyebutkan potensi relokasi pada Oktober lalu. Saat itu, ia beralasan pemindahan bertujuan agar patung lebih terlihat dan memberikan penghormatan lebih kepada Jenderal Besar Sudirman. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga sempat mengisyaratkan kemungkinan patung digeser lebih dekat ke Jalan MH Thamrin. Namun, setelah desain proyek dimatangkan, Pemprov DKI memutuskan untuk mempertahankan posisi eksisting.
Keputusan ini disambut positif oleh masyarakat yang menganggap patung tersebut sebagai ikon sejarah dan identitas kawasan. Polemik yang sempat muncul menunjukkan sensitivitas publik terhadap perubahan simbol kota. Dengan tetap mempertahankan patung, pemerintah berharap pembangunan TOD Dukuh Atas dapat berjalan tanpa kontroversi.
Pedestrian deck Dukuh Atas merupakan proyek strategis dalam pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD). Infrastruktur ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi umum di pusat Jakarta, memudahkan mobilitas warga, dan mengurangi kemacetan. Dengan rampung pada 2028, kawasan ini diharapkan menjadi simpul transportasi modern yang tetap menghormati nilai sejarah.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana desain akhir pedestrian deck akan mengakomodasi patung tersebut secara estetis dan fungsional, serta apakah proyek ini dapat selesai tepat waktu di tengah tantangan pembangunan perkotaan.



