Ricky Nelson Bawa Misi Promosi: Persis Solo Targetkan Kembali ke Super League
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala untuk musim Championship 2026/2027 dengan target utama promosi ke Super League.
- Pelatih berusia 45 tahun itu menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen klub, termasuk suporter, untuk bangkit dari degradasi musim lalu.
- Kompetisi Championship 2026/2027 akan dimulai 18 September 2026, memberi waktu sekitar tiga bulan bagi Persis untuk mempersiapkan diri.

Persis Solo memulai babak baru dengan menunjuk Ricky Nelson sebagai nahkoda, membawa misi berat mengembalikan klub ke kasta tertinggi Liga Indonesia setelah terdegradasi musim lalu. Pelatih berusia 45 tahun itu resmi diperkenalkan pada 15 Juni 2026 dan langsung menargetkan promosi ke Super League pada musim Championship 2026/2027.
Tugas Ricky Nelson tidaklah ringan. Persis harus bangkit dari keterpurukan setelah turun kasta, dan kompetisi Championship dijadwalkan bergulir mulai 18 September 2026. Artinya, Laskar Sambernyawa hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk membenahi tim, menyusun strategi, dan membangun kembali kepercayaan diri.
Dalam pernyataan perdananya, Ricky Nelson optimistis target promosi bisa tercapai asalkan seluruh elemen klub bersatu. Ia menyadari kritik dari suporter adalah hal lumrah, namun berharap semua masukan bersifat membangun. "Tentu saja ini dapat digapai namun jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus tetap yakin, tetap bersatu, tetap memberikan dukungan yang positif untuk klub ini," ujar mantan asisten pelatih Persija Jakarta itu.
Ricky Nelson juga menekankan pentingnya kerja sama antara manajemen, pemain, dan suporter. Ia mengajak semua pihak melupakan masa lalu dan fokus pada masa depan. "Saya berharap semua suporter, apapun perbedaan kita, mari kita satukan hati dan pikiran, tidak perlu lagi lihat apa yang terjadi di masa lalu. Sekarang kita harus melihat ke depan dan bersatu untuk kembalikan Persis ke Super League," tegasnya.
Persis Solo memang memiliki pekerjaan rumah besar. Musim lalu mereka harus rela turun kasta setelah tampil inkonsisten. Kini, dengan pelatih baru yang memiliki visi jelas, klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu berharap bisa segera bangkit. Ricky Nelson percaya bahwa kemampuan dan kebersamaan akan menjadi kunci utama. "Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dan dengan kebersamaan yang kita miliki, itu akan bisa terwujud untuk bersama-sama Persis dapat menuju ke Super League," ucapnya.
Bagi sepak bola Indonesia, kembalinya Persis Solo ke Super League akan menambah daya saing kompetisi. Klub asal Solo ini memiliki sejarah panjang dan basis suporter yang loyal. Jika berhasil promosi, Persis tidak hanya akan memperkuat persaingan di kasta tertinggi, tetapi juga menghidupkan kembali rivalitas klasik dengan klub-klub Jawa Tengah lainnya.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, Ricky Nelson harus segera meracik strategi dan mematangkan skuad. Pertanyaan besarnya, mampukah ia menyatukan seluruh elemen klub dan membawa Persis kembali ke Super League dalam satu musim?



