Kroasia Lolos Tipis ke Fase Gugur, Dalic Soroti Lemahnya Konsentrasi Tim
Baca dalam 60 detik
- Kroasia menang 1-0 atas Panama di pertandingan hidup-mati Grup L Piala Dunia 2026, setelah tampil buruk di babak pertama.
- Pelatih Zlatko Dalic mengkritik mentalitas tim yang mudah tertekan dan fokus yang buyar, terutama saat menghadapi pressing lawan.
- Kemenangan ini membuka peluang Kroasia lolos ke 16 besar, namun performa harus ditingkatkan signifikan untuk bersaing di fase selanjutnya.

Kroasia harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Panama pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto, Selasa (23/6) waktu setempat. Hasil ini menjadi penentu nasib tim runner-up Piala Dunia 2018 itu setelah sebelumnya kalah dari Inggris di pertandingan pembuka. Pelatih Zlatko Dalic secara blak-blakan mengakui timnya belum siap secara mental dan perlu meningkatkan konsentrasi jika ingin melaju jauh di turnamen.
Sepanjang babak pertama, Kroasia tampil di bawah tekanan. Panama justru lebih mendominasi dengan kecepatan dan organisasi permainan yang rapi. Peluang emas sempat didapat Panama melalui sundulan Jose Luis Rodriguez yang hanya membentur mistar gawang setelah kiper Kroasia menyentuh bola. Situasi itu membuat Dalic geram dan menggunakan waktu jeda hidrasi untuk memompa semangat anak asuhnya.
"Mereka benar-benar tertekan, setiap bola dikuasai lawan dan itu menghancurkan kami. Kami tidak mampu mengatasinya di awal, makanya saya marah dan bereaksi," ujar Dalic dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia menambahkan bahwa tekanan untuk meraih tiga poin membuat pemain bermain tidak lepas. Kekalahan dari Inggris di laga pertama membuat Kroasia sadar bahwa satu hasil imbang pun bisa membuat mereka tersingkir dari turnamen 48 tim ini.
Meski akhirnya menang, Dalic menilai performa timnya masih jauh dari harapan. Ia menyoroti lini pertahanan yang kerap kehilangan konsentrasi dan transisi yang lambat. "Saya tidak bahagia dengan permainan, terutama di babak pertama. Tapi saya akan melupakan ini dan fokus pada laga berikutnya," tegasnya. Pertandingan selanjutnya melawan Ghana di Philadelphia pada Sabtu (27/6) akan menjadi penentu nasib Kroasia di turnamen.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa Kroasia yang inkonsisten ini menjadi pengingat bahwa tekanan di Piala Dunia bisa mempengaruhi tim mana pun, termasuk yang berpengalaman. Timnas Indonesia yang tengah berjuang menembus Piala Dunia masa depan bisa belajar dari pentingnya manajemen tekanan dan fokus sepanjang laga. Kroasia, yang pernah menjadi runner-up, menunjukkan bahwa status tidak menjamin performa.
"Saya tidak menyangka pertandingan akan sesulit ini, jujur saja. Kami tidak bereaksi dengan baik, mungkin karena tekanan. Kami benar-benar butuh tiga poin ini untuk lolos ke babak kedua." โ Zlatko Dalic, pelatih Kroasia.
Dengan format baru 48 tim, setiap grup hanya menyediakan dua tiket ke fase gugur. Kroasia saat ini berada di posisi kedua Grup L dengan tiga poin, tertinggal dari Inggris yang sudah mengoleksi enam poin. Ghana, yang juga mengantongi tiga poin setelah mengalahkan Panama, akan menjadi lawan berat. Dalic mengakui timnya harus tampil lebih baik di semua lini, terutama pertahanan, untuk mengamankan tempat di babak 16 besar. Pertanyaan besarnya: akankah Kroasia mampu bangkit seperti di turnamen-turnamen sebelumnya, atau justru kandas di fase grup?



