PSIM Yogyakarta Pilih Strategi Hemat di Bursa Transfer: Fokus Pembinaan Usia Muda
Baca dalam 60 detik
- PSIM Yogyakarta memastikan tidak akan membelanjakan dana secara berlebihan pada bursa transfer musim depan, mengutamakan keseimbangan finansial.
- Manajemen klub menekankan pentingnya pengembangan akademi sebagai fondasi tim utama, meniru model klub-klub Eropa.
- PSIM akan memulai persiapan pada Juli 2026, dengan Jean-Paul van Gastel tetap sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/2027.

PSIM Yogyakarta memilih pendekatan hati-hati dalam belanja pemain menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Klub yang baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam pengeluaran besar-besaran yang dapat mengganggu stabilitas keuangan.
Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, mengungkapkan bahwa meskipun tim akan menambah amunisi baru, setiap pembelian harus selaras dengan anggaran klub. "Kami pasti menambah pemain, tetapi target itu harus diimbangi dengan pengeluaran. Jangan sampai kami jorjoran lalu menyesal," ujarnya pada Sabtu (20/6/2026). Pernyataan ini mencerminkan kesadaran akan risiko finansial yang sering menghantui klub-klub Indonesia yang terlalu agresif di bursa transfer.
Liana juga menyoroti pentingnya pembinaan usia muda sebagai investasi jangka panjang. Ia menilai banyak klub lokal terlalu fokus pada pemain instan tanpa memikirkan regenerasi. "Di luar negeri, pengembangan usia muda menjadi prioritas karena mereka akan menyuplai tim utama," katanya. Visi ini sejalan dengan upaya PSIM membangun fondasi yang berkelanjutan, terutama karena klub baru akan menjalani tahun kedua di Super League.
Manajemen PSIM meminta kesabaran suporter dalam menanti komposisi skuad musim depan. General Manager Steven Sunny menjelaskan bahwa persiapan akan dimulai pada Juli, mengingat kompetisi baru bergulir pada September. "Masih ada waktu untuk mengerjakan semuanya," ujarnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa PSIM tidak ingin terburu-buru dalam perekrutan, melainkan memilih pemain yang sesuai kebutuhan pelatih.
Keputusan untuk mempertahankan Jean-Paul van Gastel sebagai pelatih kepala menambah stabilitas tim. Perekrutan pemain anyar akan disesuaikan dengan strategi yang diinginkan pelatih asal Belanda tersebut. Dengan demikian, PSIM berharap dapat meningkatkan performa dari musim sebelumnya tanpa mengorbankan kesehatan finansial klub.
Langkah PSIM ini menjadi contoh bagi klub-klub Indonesia lainnya yang kerap tergoda belanja besar. Di tengah gempuran nilai transfer yang terus naik, fokus pada pembinaan usia muda dan pengelolaan keuangan yang bijak bisa menjadi kunci keberlanjutan. Akankah strategi ini membawa PSIM ke papan atas Super League musim depan?



