Bareskrim Bekuk Bendahara Jaringan Fredy Pratama, Aliran Dana Rp168 Miliar Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Polri menangkap Frans Antoni, pengendali keuangan sindikat Fredy Pratama, di KBRI Kuala Lumpur setelah tiga tahun buron.
- Tersangka mengangkut dana hasil narkotika ke Thailand sebanyak 168 kali dengan total minimal Rp168 miliar selama 2017-2023.
- Penangkapan ini membuka peluang penyitaan aset dan pengejaran Fredy Pratama yang masih buron melalui Red Notice Interpol.

Bareskrim Polri meringkus Frans Antoni, buronan prioritas yang selama hampir tiga tahun menjadi otak keuangan jaringan narkotika internasional pimpinan Fredy Pratama, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026). Tersangka yang telah masuk daftar pencarian orang sejak November 2023 ini langsung dipulangkan ke Indonesia keesokan harinya melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor karena masuk ke Malaysia secara ilegal.
Frans Antoni bukan sekadar kurir lapangan. Dalam struktur sindikat, ia memegang tiga peran sekaligus: pengendali keuangan, pengatur operasional, dan penghubung jaringan internasional. Selama periode 2017 hingga 2023, ia diduga menjadi arsitek pencucian uang hasil perdagangan narkotika yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Polri mencatat, tersangka melakukan pengangkutan uang dari Indonesia ke Thailand sebanyak 168 kali perjalanan, masing-masing membawa dana minimal Rp1 miliar.
Modus operandi yang digunakan cukup rapi. Uang hasil kejahatan terlebih dahulu disamarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia, lalu dikonversi ke pecahan 1.000 Dolar Singapura sebelum dibawa keluar negeri. Selain itu, penyidik menemukan bahwa Frans Antoni menerima setoran tunai senilai total 1.200.000 Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan, seorang pengusaha yang diduga terkait dengan sindikat. Tiga rekening penampungan di Bank BCA yang menggunakan identitas adik kandungnya, Steven Antoni, juga diduga menjadi saluran utama pengaliran dana.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan pukulan telak bagi jaringan Fredy Pratama. โFrans Antoni bukan hanya pelaksana lapangan, tetapi juga pengendali keuangan dan penghubung internasional. Penangkapannya adalah langkah strategis untuk membongkar seluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat,โ ujarnya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Polri kini fokus menelusuri aset-aset hasil kejahatan dan memperkuat pengejaran terhadap Fredy Pratama yang masih buron dan masuk daftar Red Notice Interpol.
Bagi Indonesia, pengungkapan ini memiliki implikasi besar dalam pemberantasan narkotika dan pencucian uang. Sindikat Fredy Pratama dikenal memiliki jaringan luas di Asia Tenggara, dan penangkapan pengendali keuangannya dapat memutus rantai pendanaan operasi mereka. Keberhasilan ini juga menunjukkan efektivitas kerja sama lintas negara, terutama dengan otoritas Malaysia dan perwakilan Indonesia di luar negeri. Johnny mengapresiasi sinergi tersebut dan menegaskan bahwa ruang gerak pelaku kejahatan transnasional semakin sempit.
โPolri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak yang terlibat pencucian uang. Kami akan terus mengejar para buron dan menyita aset hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan sampai ke akarnya,โ tegas Johnny.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah penangkapan Frans Antoni akan mempercepat penangkapan Fredy Pratama sendiri. Dengan aliran dana yang kini mulai terpetakan, aparat memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk memburu sang pimpinan. Namun, tantangan tetap ada, mengingat Fredy Pratama dikenal memiliki jaringan pelindung dan akses ke berbagai negara. Mampukah Polri memanfaatkan momentum ini untuk menutup kasus yang telah berlarut-larut?



