Skandal SPPG Cilacap: 100 Titik Fiktif Ditemukan di Kuburan dan Hutan
Baca dalam 60 detik
- Plt Bupati Cilacap mengungkap 100 dari 300 titik SPPG diduga fiktif setelah verifikasi lapangan.
- Lokasi fiktif mencakup area tak lazim seperti kuburan dan sawah, mengindikasikan praktik jual-beli titik.
- Pembukaan titik SPPG baru di Cilacap dihentikan sementara sementara investigasi berlanjut.

Pelaksana tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkap temuan mengejutkan: dari lebih dari 300 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar di wilayahnya, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak memiliki bangunan atau aktivitas operasional sama sekali.
Temuan ini muncul setelah verifikasi lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Ammy menyebutkan bahwa titik-titik tersebut terletak di lokasi yang tidak masuk akal untuk fasilitas pelayanan gizi, seperti di tengah hutan, sawah, dan bahkan kuburan. "Setelah didatangi, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," ujarnya, Selasa (23/6).
Menurut Ammy, kondisi ini memperkuat dugaan adanya praktik jual-beli titik atau pendaftaran titik fiktif dalam program SPPG. Ia menegaskan bahwa isu ini harus segera dibenahi. "Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi," katanya.
Lebih lanjut, Ammy mengungkapkan bahwa sejumlah titik yang terdaftar bahkan masih diperjualbelikan kepada pihak lain. "Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak," ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian titik belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun legalitas yang jelas.
Ammy juga menambahkan bahwa mayoritas titik fiktif tersebut terdaftar atas nama yayasan yang membawa nama Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya. "Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony," ujarnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan pejabat tinggi dalam praktik tersebut.
Sebagai tindak lanjut, hasil rapat terakhir bersama tim investigasi yang dikirim Kepala BGN memutuskan untuk menghentikan sementara pembukaan titik SPPG baru di Cilacap. Langkah ini diambil untuk memastikan integritas program dan mencegah kerugian negara lebih lanjut.
Skandal ini menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat melalui program SPPG. Pertanyaan besarnya, apakah praktik serupa terjadi di daerah lain? Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk membersihkan program dari oknum yang memanfaatkannya demi keuntungan pribadi.



