Declan Rice: Key Set-Piece Weapon for England at World Cup
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Inggris Declan Rice mengklaim setiap tendangan sudut yang ia ambil berpotensi menghasilkan assist, berkat latihan intensif bersama Arsenal.
- Pelatih Thomas Tuchel menjadikan skema bola mati sebagai senjata utama Timnas Inggris, dengan Rice sebagai eksekutor andalan.
- Reece James, yang pulih dari cedera, siap menjadi opsi alternatif pengambil tendangan sudut untuk memperkuat daya gedor Inggris.

Declan Rice, gelandang Arsenal yang menjadi wakil kapten Timnas Inggris, percaya diri bahwa setiap tendangan sudut yang ia ambil bisa berujung pada gol. Keyakinan ini muncul setelah ia menjadi eksekutor utama bola mati di klubnya, yang musim lalu mencetak rekor 19 gol dari situasi sepak pojok. Kini, ia membawa kepercayaan diri itu ke Piala Dunia bersama The Three Lions.
Dalam laga perdana Grup melawan Kroasia, Inggris menang 4-2 dengan dua gol Harry Kane berasal dari bola mati: satu penalti setelah pelanggaran terhadap Noni Madueke dari umpan silang Rice, dan satu sundulan dari sepak pojok Rice. Ini menunjukkan betapa efektifnya skema yang dirancang pelatih Thomas Tuchel. Sejak mengambil alih pada Januari 2025, Tuchel menekankan permainan ala Premier League, termasuk penguasaan bola mati yang menjadi ciri khas Arsenal.
Rice mengungkapkan bahwa ia mulai dipercaya mengambil tendangan sudut sejak Januari 2024, setelah pelatih khusus bola mati Arsenal, Nico Jover, melihat potensinya. “Mereka bilang saya bisa mengirim bola ke area berbahaya dari situasi bola mati, seperti yang dilakukan Bukayo Saka,” ujar Rice kepada BBC Sport di Kansas City. “Sejak itu, saya benar-benar percaya dan sekarang setiap kali saya meletakkan bola untuk tendangan sudut, saya merasa akan mendapat assist atau menciptakan peluang berbahaya.”
Meski hanya punya waktu terbatas untuk berlatih bola mati karena padatnya jadwal taktik, Rice menegaskan bahwa para pemain sudah memahami pola pergerakan dan arah umpan. “Ini sudah direncanakan sejak setahun lalu, jadi para pemain tahu ke mana bola akan saya kirim. Tinggal saya yang harus eksekusi dan mereka harus membebaskan diri di kotak penalti,” tambahnya.
Sementara itu, bek kanan Chelsea Reece James juga menjadi ancaman dari sisi bola mati. James yang pernah bekerja sama dengan Tuchel di Chelsea, kini menjadi pilihan utama di posisinya setelah pulih dari cedera hamstring yang membuatnya absen empat pekan di akhir musim. “Orang selalu bicara soal cedera dan ketersediaan, itu membosankan,” ujar James kepada 5 Live. “Saya hanya fokus menjadi yang terbaik di lapangan.”
Dengan dua eksekutor bola mati berkualitas, Inggris memiliki senjata tambahan yang bisa menentukan di laga-laga ketat. Tuchel punya opsi untuk memvariasikan tendangan sudut, baik dari Rice maupun James, untuk membongkar pertahanan lawan. Pertanyaannya, akankah skema bola mati ini menjadi kunci Inggris melaju jauh di Piala Dunia?



