Inter Kembali Buru Nico Paz, Madrid Pasang Harga Rp 1 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid berniat mengaktifkan klausul buy-back โฌ10 juta untuk Nico Paz dari Como lalu menjualnya seharga โฌ60 juta.
- Inter Milan kembali tertarik setelah sebelumnya mengagumi pemain Argentina itu, diperkuat hubungan personal Javier Zanetti dengan ayah Paz.
- Inter harus mencari dana tambahan lewat penjualan pemain atau suntikan dari Oaktree karena sedang dalam negosiasi mahal untuk Marco Palestra.

Inter Milan kembali mengintensifkan upaya merekrut Nico Paz setelah Real Madrid memutuskan untuk membeli kembali gelandang serang Argentina itu dari Como dan langsung melepasnya dengan banderol โฌ60 juta (sekitar Rp 1 triliun). Keputusan Los Blancos ini membuka peluang bagi Nerazzurri yang sejak lama memantau perkembangan pemain berusia 20 tahun tersebut.
Menurut laporan dari Corriere dello Sport, Corriere della Sera, dan Tuttosport, Real Madrid kecewa dengan langkah Paz yang memaksakan diri bertahan di Como untuk musim 2026-27. Sebagai respons, manajemen Madrid memberi ultimatum kepada Como: bayar โฌ60 juta jika ingin mempertahankan Paz lebih lama. Como secara teknis mampu memenuhi angka tersebut, namun regulasi Financial Fair Play bisa menjadi batu sandungan.
Inter sendiri memiliki keunggulan tersendiri dalam perburuan ini. Wakil presiden klub, Javier Zanetti, merupakan sahabat dekat Pablo Paz, ayah Nico. Keduanya bahkan pernah menjadi rekan setim di skuad Argentina pada Piala Dunia 1998. Hubungan personal ini dinilai bisa menjadi faktor penentu dalam negosiasi, terutama jika Inter harus bersaing dengan klub lain yang juga mengincar jasa pemain muda berbakat tersebut.
Namun, Inter menghadapi tantangan finansial. Klub asal Milan itu sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Atalanta untuk merekrut Marco Palestra dengan biaya transfer di atas โฌ50 juta. Artinya, untuk mengakomodasi Paz, Inter harus mencari dana tambahanโbaik melalui suntikan modal dari pemilik Oaktree Capital Management atau dengan melego sejumlah pemain. Nama-nama seperti Aleksandar Stankovic, Carlos Augusto, Andy Diouf, Luis Henrique, Davide Frattesi, dan Ange-Yoan Bonny disebut-sebut sebagai kandidat yang bisa dijual.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Inter ini menunjukkan ambisi klub untuk memperkuat lini tengah dengan pemain muda berkualitas. Nico Paz, yang sempat menimba ilmu di akademi Real Madrid, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di Serie A. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kemampuan Inter menyeimbangkan neraca keuangan di tengah persaingan transfer yang semakin ketat.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Inter mampu mengamankan dana yang diperlukan tanpa harus mengorbankan terlalu banyak pemain kunci? Ataukah Real Madrid akan memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga jual Paz? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan mendatang saat bursa transfer musim panas dibuka.



