Gol Kilat Saibari Hantam Skotlandia, Asa Lolos ke Babak Gugur Terancam
Baca dalam 60 detik
- Morocco menang 1-0 atas Skotlandia di Boston lewat gol Ismael Saibari pada menit kedua, membuat posisi Grup C kian ketat.
- Penampilan lini belakang Skotlandia dinilai rapuh, dengan Grant Hanley melakukan kesalahan krusial pada gol semata wayang.
- Kekalahan ini mempersulit langkah Skotlandia menuju fase gugur, apalagi cedera Kieran Tierney menambah daftar masalah.

Gol cepat Ismael Saibari pada menit kedua memaksa Skotlandia menelan kekalahan 1-0 dari Maroko dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di Boston, Senin (10/6) waktu setempat. Hasil ini membuat peluang Skotlandia untuk lolos ke babak gugur berada di ujung tanduk, mengingat persaingan di grup masih sangat terbuka.
Pertandingan baru berjalan 120 detik ketika Saibari memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Skotlandia. Umpan terobosan Bilal El Khannouss berhasil diteruskan menjadi gol setelah Grant Hanley gagal menjebak Saibari dalam posisi offside. Kesalahan individu itu menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Meski sempat mendominasi penguasaan bola, Skotlandia kesulitan menembus pertahanan rapat Maroko. Peluang terbaik mereka datang dari umpan silang Nathan Patterson yang hampir berbuah gol, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat tim asuhan Steve Clarke gagal menyamakan kedudukan. Di sisi lain, Maroko nyaris menggandakan keunggulan andai tendangan Saibari tidak membentur mistar gawang setelah diblok Jack Hendry.
Kekalahan ini memicu perdebatan mengenai keputusan wasit yang tidak memberikan penalti untuk Skotlandia pada babak kedua. John McGinn dan Scott McTominay sama-sama mengaku dijatuhkan di kotak terlarang, namun wasit mengabaikan protes mereka. Jika insiden tersebut berujung penalti, peta pertandingan bisa berubah drastis.
Dari sisi taktik, Skotlandia dinilai kurang kreatif di lini depan. Che Adams yang menjadi ujung tombak tampil terisolasi dan gagal menjadi penghubung permainan. Pelatih Steve Clarke mungkin perlu mempertimbangkan Lyndon Dykes sebagai starter di laga selanjutnya, mengingat Dykes lebih mampu merepotkan bek lawan meski hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Cedera Kieran Tierney menjadi pukulan lain bagi Skotlandia. Pemain Arsenal itu harus ditarik keluar pada babak pertama karena masalah fisik dan diragukan tampil melawan Brasil pada pertandingan berikutnya. Absennya Tierney bisa memaksa Clarke merombak susunan pemain di sisi kiri pertahanan.
Bagi Maroko, kemenangan ini mempertegas status mereka sebagai salah satu tim Afrika terkuat. Gol cepat Saibari menunjukkan efektivitas serangan balik yang menjadi andalan tim asuhan Walid Regragui. Dengan tiga poin di tangan, Maroko kini duduk nyaman di puncak klasemen sementara Grup C.
Skotlandia masih memiliki dua pertandingan tersisa, termasuk laga krusial melawan Brasil. Jika ingin menjaga asa, mereka harus segera memperbaiki koordinasi pertahanan dan efektivitas serangan. Pertanyaan besarnya: mampukah Skotlandia bangkit dari keterpurukan ini, atau justru Maroko yang akan melaju mulus ke babak 16 besar?



