De Zerbi Pilih Van de Ven sebagai Pilar Pertahanan Tottenham, Romero Terancam Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Tottenham Roberto De Zerbi menetapkan Micky Van de Ven sebagai pemain yang tidak bisa dijual, sementara Cristian Romero terbuka untuk hengkang.
- Van de Ven, yang baru berusia 25 tahun, dianggap sebagai investasi jangka panjang Tottenham, berbeda dengan Romero yang sering cedera dan mendapat minat dari klub besar.
- Keputusan ini menegaskan strategi Tottenham yang fokus pada regenerasi lini belakang, dengan Van de Ven sebagai pilar utama di bawah De Zerbi.

Roberto De Zerbi secara tegas memilih Micky Van de Ven sebagai pemimpin pertahanan Tottenham Hotspur untuk masa depan, sementara Cristian Romero justru masuk dalam daftar jual klub London Utara tersebut. Keputusan ini diambil di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim panas yang melibatkan Liverpool dan Barcelona.
Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, Van de Ven mendapat status 'tidak tersentuh' atau untouchable dari manajemen Tottenham, sama seperti Pedro Porro yang baru saja memperpanjang kontrak. Sebaliknya, Romero justru menjadi incaran sejumlah klub top Eropa, termasuk Real Madrid, Atletico Madrid, dan Manchester United. Romano mengonfirmasi bahwa Romero tidak memiliki label 'tidak untuk dijual' seperti rekan setimnya asal Belanda itu.
Perbedaan perlakuan ini tidak lepas dari faktor usia dan kebugaran. Van de Ven yang baru berusia 25 tahun tampil dalam 35 pertandingan Premier League musim lalu, sementara Romero hanya bermain 22 kali akibat cedera dan akumulasi kartu. Keduanya sama-sama mencetak empat gol, tetapi konsistensi Van de Ven menjadi nilai lebih di mata De Zerbi.
Keputusan Tottenham juga dipengaruhi oleh potensi keuntungan finansial. Dengan usia yang lebih muda, Van de Ven dinilai masih bisa mencapai puncak kariernya di bawah arahan De Zerbi, dan klub masih berpeluang menjualnya dengan harga lebih tinggi di masa depan. Sementara itu, Romero yang sudah berusia 28 tahun dianggap memiliki nilai jual yang lebih terbatas.
Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa De Zerbi ingin membangun kembali lini belakang Tottenham setelah musim lalu menjadi yang terburuk dalam hal kebobolan di Premier League. Klub telah mendatangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton dengan biaya ยฃ52 juta, serta Andy Robertson dan Marcos Senesi secara gratis. Langkah ini menunjukkan ambisi besar Tottenham untuk kembali bersaing di papan atas.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kini lebih berani mempertahankan pemain muda potensial ketimbang bintang yang sudah mapan. Van de Ven, yang sempat dikaitkan dengan Liverpool, justru menjadi prioritas utama De Zerbi. Sementara itu, Romero yang merupakan pahlawan juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina, harus menerima kenyataan pahit.
Selanjutnya, Tottenham diprediksi akan fokus memperkuat lini tengah, dengan Sandro Tonali dari Newcastle menjadi target utama. Pertanyaannya, akankah keputusan mempertahankan Van de Ven dan melepas Romero menjadi langkah tepat bagi Tottenham di bawah era De Zerbi?



