Persona 6: Pengembangan Sudah Lanjut, Rilis 2025 Bukan Sekadar Isapan Jempol
Baca dalam 60 detik
- Pekerja penerjemah mengaku mulai menggarap Persona 6 sejak Januari 2024, menandakan proyek sudah memasuki tahap akhir.
- Board sensor Australia memberi rating M (17+) pada game ini karena konten kekerasan dan bahasa kasar.
- Jika prediksi analis tepat, Persona 6 bisa meluncur tahun depanโlebih cepat dari perkiraan awal 2027.

Persona 6, seri terbaru dari waralaba RPG populer buatan Atlus, dikabarkan sudah memasuki tahap pengembangan yang cukup matang. Indikasi ini muncul setelah seorang penerjemah mengungkapkan bahwa ia telah bekerja pada proyek tersebut sejak Januari lalu, memicu spekulasi bahwa perilisan game bisa terjadi lebih awal dari dugaan awal, yakni pada 2025.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah Persona 6 secara mengejutkan muncul dalam ajang Xbox Games Showcase bulan ini, meski tanpa jadwal rilis pasti. Sejumlah pengamat sebelumnya memperkirakan game baru akan hadir paling cepat September 2027. Namun, petunjuk baru dari proses lokalisasi dan rating konten mengubah peta jalan tersebut.
Board klasifikasi Australia telah memberikan rating M (direkomendasikan untuk usia 17 tahun ke atas) pada Persona 6, dengan catatan mengandung kekerasan, ketelanjangan, dan bahasa kasar sesekali. Rating ini lazim untuk seri Persona yang memang kerap menyajikan tema dewasa, namun kehadirannya lebih awal dari perkiraan menjadi sinyal bahwa proses penyelesaian game sudah mendekati final.
Yang lebih menarik, seorang penerjemah yang tidak disebutkan namanya mengaku di Tumblr bahwa ia telah mengerjakan Persona 6 sejak awal tahun ini. Jika aktivitas penerjemahan sudah berlangsung enam bulan, itu berarti versi dasar game sudah cukup stabil untuk diterjemahkan. Dalam siklus pengembangan game, tahap lokalisasi biasanya dimulai ketika fitur utama sudah rampung, menandakan proyek sudah melewati fase alpha atau beta.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi angin segar. Seri Persona memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, terutama sejak Persona 5 Royal sukses besar di platform konsol dan PC. Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan versi bahasa Indonesia. Sampai saat ini, Atlus belum pernah merilis game dengan dukungan bahasa Indonesia, sehingga komunitas lokal kerap mengandalkan terjemahan tidak resmi. Jika Persona 6 benar-benar rilis tahun depan, tekanan pada Atlus untuk menyertakan bahasa Indonesia bisa meningkat, mengingat pasar Asia Tenggara yang kian potensial.
Meski optimisme menguat, analis mengingatkan bahwa belum ada konfirmasi resmi dari Atlus atau penerbitnya. Informasi dari penerjemah dan rating board hanya bersifat indikatif. Namun, jika digabungkan dengan tradisi Atlus yang kerap merilis game Persona utama setiap 4-5 tahun (Persona 5 rilis 2016 di Jepang, 2017 global), maka Persona 6 pada 2025 masuk akal secara kronologis.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah Atlus memanfaatkan momentum ini untuk merilis Persona 6 secara global serentak, atau kembali menerapkan strategi rilis bertahap seperti seri sebelumnya? Jawabannya akan menentukan seberapa cepat penggemar Indonesia bisa memainkan game yang sudah dinanti sejak Persona 5 berakhir.



