MLS Tunjuk Larry Berg sebagai Komisaris Baru, Misi Besar Menanti di Tengah Persiapan Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Larry Berg, eksekutif private equity dan pemilik LAFC, akan menggantikan Don Garber sebagai Komisaris MLS mulai 1 Januari 2027.
- Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah persiapan MLS menghadapi Piala Dunia 2026 dan perubahan besar dalam kalender kompetisi, aturan pemain, serta hak siar.
- Berg diharapkan membawa pengalaman internasionalnya untuk mendorong pertumbuhan MLS, sementara Garber akan tetap terlibat sebagai chairman.

Major League Soccer (MLS) resmi menunjuk Larry Berg, salah satu pemilik Los Angeles FC (LAFC), sebagai komisaris baru liga. Keputusan ini diumumkan pada Senin (3/8) waktu setempat, menandai babak baru bagi kompetisi sepak bola Amerika Serikat yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026. Berg akan mulai menjabat pada 1 Januari 2027, menggantikan Don Garber yang telah memimpin MLS sejak 1999.
Proses suksesi ini melibatkan komite khusus yang dibentuk oleh dewan gubernur MLS. Berg, yang juga menjabat sebagai salah satu ketua Komite Olahraga dan Kompetisi MLS, akan melepas kepemilikan sahamnya di LAFC untuk menghindari konflik kepentingan. Langkah ini dianggap penting mengingat posisinya yang strategis dalam pengambilan keputusan liga.
Berg bukan nama asing di dunia sepak bola global. Selain membawa LAFC meraih MLS Cup 2022 dan dua gelar Supporters' Shield, ia juga memiliki pengalaman sebagai pemilik saham di AS Roma (Serie A) dan Swansea City (Liga Inggris). Kariernya di dunia investasi selama lebih dari tiga dekade, termasuk sebagai senior partner di Apollo Global Management, memberinya perspektif bisnis yang kuat untuk memimpin MLS.
Penunjukan ini terjadi di saat yang krusial. MLS berencana mengubah kalender kompetisi pada 2027 agar sejalan dengan liga-liga top Eropa. Selain itu, liga juga akan menghadapi negosiasi penting terkait aturan skuad pemain, hak siar media masa depan, dan perjanjian kerja bersama (CBA) yang baru. Berg dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin perubahan ini, seperti yang diungkapkan oleh Jimmy Haslam, salah satu ketua komite suksesi MLS.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perubahan kepemimpinan di MLS ini menarik untuk dicermati. Meski bukan liga utama yang banyak diikuti, MLS semakin menjadi tujuan para pemain bintang dunia, termasuk beberapa pemain asal Asia Tenggara. Kehadiran Berg yang memiliki koneksi internasional diharapkan dapat meningkatkan daya tarik MLS di pasar global, termasuk Asia. Hal ini bisa berdampak pada meningkatnya minat pemain Indonesia untuk berkarier di Amerika Serikat, sekaligus membuka peluang kerja sama komersial dengan klub-klub Asia Tenggara.
Don Garber, yang akan beralih menjadi chairman setelah masa jabatannya berakhir, menyambut baik penunjukan Berg. "Integritas, penilaian, kepemimpinan kolaboratif, dan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk membangun LAFC dan liga menjadikannya mitra yang sangat berharga," ujarnya. Garber sendiri akan dikenang sebagai sosok yang membawa MLS dari liga kecil menjadi kompetisi yang diperhitungkan di Amerika Utara.
Berg dijadwalkan diperkenalkan secara resmi di kantor pusat MLS di Manhattan pada Selasa (4/8). Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia investasi dan sepak bola, banyak pihak optimistis ia dapat membawa MLS ke level berikutnya. Namun, tantangan besar menanti, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan komersial dan kualitas permainan di lapangan. Akankah Berg mampu meneruskan warisan Garber dan membawa MLS semakin relevan di panggung global? Waktu yang akan menjawab.



