Rizky Ridho Bungkam Kritik, Fokus Penuh Hadapi Singapura demi Tiket Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Kapten Timnas Indonesia memilih mengabaikan kritik negatif dan fokus pada laga penentu kontra Singapura.
- Kekalahan 0-3 dari Vietnam menjadi evaluasi utama, dengan Rizky Ridho mengakui kesalahan fatalnya.
- Laga terakhir grup A pada 7 Agustus akan menentukan langkah Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026.

Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, memilih untuk tidak larut dalam kritik pedas publik pasca kekalahan telak 0-3 dari Vietnam. Ia justru mengarahkan seluruh konsentrasinya pada laga penentu melawan Singapura yang akan menentukan nasib Garuda di Piala AFF 2026.
Dalam konferensi pers usai laga di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam, Ridho menegaskan bahwa dirinya hanya akan menerima kritik yang membangun. โSaya akan terima kritik-kritik kebaikan untuk saya sendiri. Dan ketika kritik itu sudah menjurus ke hal yang lain-lain (negatif), saya enggak akan peduli,โ ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa ia tidak ingin terganggu oleh tekanan eksternal jelang laga krusial.
Kekalahan dari Vietnam merupakan pukulan telak bagi skuad Garuda yang sebelumnya tampil meyakinkan dengan dua kemenangan beruntun atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0). Namun, performa buruk di laga ketiga membuat Indonesia harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan satu tempat di semifinal. Ridho, yang juga bermain untuk Persija Jakarta, secara blak-blakan mengakui bahwa banyak kesalahan yang ia lakukan, termasuk yang berujung pada kebobolan gawang Indonesia.
Baginya, kritik adalah bagian tak terpisahkan dari dunia sepak bola. Ketika seorang pemain tampil buruk, komentar pedas pasti datang. Namun, ia memilih untuk menyaring mana yang layak dijadikan bahan evaluasi dan mana yang hanya sekadar kebisingan. โJadi, terima kasih masukannya, saya akan terima. Saya tahu saya salah dan saya akan move on untuk pertandingan melawan Singapura agar saya ke depannya agar lebih baik lagi,โ katanya.
Sebagai kapten, Ridho menyadari tanggung jawabnya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mengoordinasikan rekan-rekannya. Ia berencana menggelar pertemuan internal untuk mengevaluasi kekalahan dari Vietnam dan membangun kembali kekompakan tim. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan strategi pelatih John Herdman dapat dijalankan dengan baik di lapangan.
Kekalahan telak ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pengamat dan suporter. Namun, peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal masih terbuka lebar. Syaratnya, Garuda harus mampu meraih kemenangan atas Singapura. Jika berhasil, Indonesia dipastikan melaju sebagai salah satu runner-up terbaik atau bahkan juara grup, tergantung hasil pertandingan lain.
Pertandingan melawan Singapura bukan sekadar laga biasa. Ini adalah ujian mental dan taktik bagi pasukan John Herdman. Ridho dan kawan-kawan harus mampu bangkit dari keterpurukan dan membuktikan bahwa kekalahan dari Vietnam hanyalah sebuah kecelakaan. Dukungan penuh dari publik Indonesia menjadi energi tambahan yang diharapkan mampu membangkitkan performa terbaik skuad Garuda.
Pertanyaannya, apakah Rizky Ridho dan rekan-rekannya mampu mengatasi tekanan dan meraih hasil maksimal di hadapan pendukung Singapura? Atau justru tekanan itu akan kembali menghantui performa mereka? Semua akan terjawab dalam laga pamungkas yang dinanti jutaan pasang mata.



