Tuchel Manfaatkan Kedalaman Skuad: Watkins Yakin Bangku Cadangan Inggris Jadi Senjata Rahasia
Baca dalam 60 detik
- Ollie Watkins memuji strategi Thomas Tuchel yang kerap merotasi tiga pemain depan di babak kedua untuk menjaga intensitas permainan.
- Penyerang Aston Villa itu menegaskan bahwa kedalaman skuad Inggris menjadi faktor krusial dalam perburuan gelar Piala Dunia.
- Watkins, yang memulai karier di liga non-profesional, kini menikmati momen debutnya di Piala Dunia setelah perjalanan panjang.

Penyerang timnas Inggris, Ollie Watkins, belum sekali pun mencicipi menit bermain di Piala Dunia perdananya. Namun, ia yakin bahwa pendekatan pelatih Thomas Tuchel yang kerap memanfaatkan pemain pengganti di lini depan bisa menjadi senjata ampuh untuk membawa pulang trofi.
Dalam laga pembuka Grup B melawan Kroasia, Tuchel menunjukkan pola yang ia sukai. Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Morgan Rogers dimasukkan pada babak kedua untuk menjaga tempo serangan saat lawan mulai kelelahan. Watkins menilai langkah itu sebagai sinyal positif bagi seluruh pemain cadangan.
โSaya pikir setiap pemain di skuad ini punya peran penting. Melihat pelatih mengganti tiga pemain depan pada menit 60-70 sangat menarik. Mereka yang masuk punya kecepatan dan haus gol,โ ujar Watkins kepada wartawan, Minggu (21/6).
Watkins sendiri terus menjaga kebugarannya dengan tampil dalam laga uji coba tertutup melawan Sporting Kansas City, Kamis lalu. Ia mencetak satu gol dalam kemenangan telak 5-1. Menurutnya, pertandingan semacam itu lebih efektif daripada latihan lurus untuk menjaga ritme.
โLebih baik bermain meski melelahkan karena perjalanan, tapi justru membuat kaki terasa lebih ringan,โ tambahnya.
Menjelang laga kedua melawan Ghana, Watkins mewaspadai ancaman dari penyerang Manchester City, Antoine Semenyo. Namun, ia lebih fokus pada permainan tim sendiri. โKami tahu Semenyo pemain hebat, tapi kami lebih berkonsentrasi pada cara mendominasi penguasaan bola,โ katanya.
Di balik lapangan, Tuchel dikenal sebagai pelatih yang intens. Watkins mengakui bahwa pelatih asal Jerman itu tak segan berteriak jika standar latihan menurun. โDia selalu menuntut yang terbaik. Itu menunjukkan jiwa pemenang. Tapi di luar sesi latihan, dia santai,โ ungkap Watkins.
Perjalanan Watkins menuju Piala Dunia ini panjang. Sepuluh tahun lalu, ia dipinjamkan ke Weston-super-Mare yang bahkan tak memiliki air panas di ruang ganti. Kini, ia menjadi bagian dari skuad Inggris di ajang paling bergengsi. โSaya yakin banyak pemain di sini punya kisah serupa. Saya hanya menikmati setiap momen,โ tuturnya.
Watkins juga belajar keras tentang budaya sepak bola Amerika Serikat. Ia mengaku sempat memakai kaus Dallas Cowboys saat berada di Kansas City, markas juara Super Bowl 2025, Kansas City Chiefs. Seorang pria langsung menegurnya. โSaya tidak akan mengulanginya lagi,โ katanya sambil tertawa.
Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Inggris menjadi salah satu favorit. Pertanyaannya, akankah Tuchel berani terus merotasi pemain di fase knockout nanti?



