Tuchel Menang, FIFA Pindahkan Fotografer dari Pinggir Lapangan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mengeluh fotografer menghalangi pandangannya saat lagu kebangsaan, FIFA akhirnya mengubah aturan.
- FIFA mengizinkan staf pelatih bergerak ke samping fotografer, sementara fotografer dikelompokkan lebih dekat ke garis tengah.
- Kebijakan baru sudah diterapkan di laga Ceko vs Afrika Selatan, namun FA Inggris masih menunggu diskusi lebih lanjut.

Thomas Tuchel, pelatih kepala Timnas Inggris, berhasil melobi FIFA untuk memindahkan posisi fotografer yang menghalangi pandangannya saat lagu kebangsaan berkumandang. Dalam laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Kroasia, Rabu (10/6) lalu, Tuchel mengaku tidak bisa melihat satu pun pemainnya karena terhadap oleh 'tembok' fotografer.
Kekesalan Tuchel bermula saat pertandingan Grup L di AT&T Stadium, Dallas. Stadion kandang Dallas Cowboys itu memang tidak dirancang untuk sepak bola; lapangan NFL terlalu kecil sehingga permukaan lapangan harus dinaikkan 1,2 meter untuk mengakomodasi ukuran lapangan sepak bola. Akibatnya, ruang di pinggir lapangan menjadi sangat terbatas, termasuk area untuk fotografer dan ofisial tim.
"Saya mohon kepada FIFA untuk mengubah posisi fotografer saat lagu kebangsaan. Saya berdiri di depan tembok 50 fotografer dan tidak bisa melihat satu pemain pun. Itu sedikit merusak pengalaman saya," ujar Tuchel dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip BBC Sport.
FIFA pun bergerak cepat. Setelah menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Tuchel, badan sepak bola dunia itu mengubah kebijakan penempatan fotografer. Kini, fotografer boleh dikelompokkan dalam satu blok, lebih dekat ke garis tengah. Sementara itu, staf pelatih tidak lagi diwajibkan berdiri di depan bangku cadangan; mereka diizinkan bergerak ke kiri atau kanan fotografer untuk mendapatkan pandangan bebas ke arah lapangan.
Kebijakan baru ini pertama kali diuji coba pada laga Grup A antara Republik Ceko dan Afrika Selatan di Atlanta, Kamis (11/6). Namun, belum jelas apakah perubahan ini benar-benar memuaskan Tuchel. BBC Sport melaporkan bahwa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) masih menunggu jadwal diskusi lebih lanjut dengan FIFA untuk memastikan solusi permanen.
Bagi pecinta sepak bola di Indonesia, insiden ini mengingatkan pada pentingnya tata letak stadion dalam mendukung kenyamanan pemain dan ofisial. Stadion-stadion di Indonesia, seperti Gelora Bung Karno atau Stadion Internasional Jakarta, kerap menjadi tuan rumah laga internasional. Pengalaman Tuchel bisa menjadi pelajaran bagi penyelenggara turnamen di Tanah Air untuk mengatur posisi fotografer dan ofisial agar tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Tuchel sendiri mengaku momen lagu kebangsaan adalah saat yang sangat emosional, terutama karena ini adalah laga perdananya sebagai manajer di Piala Dunia. "Itu adalah momen yang sangat spesial, dan saya tidak bisa melihat satu pemain pun. Itu sedikit merusak pengalaman saya," keluhnya.
Ke depan, FIFA perlu memastikan bahwa kebijakan baru ini diterapkan secara konsisten di semua stadion. Apakah Tuchel akan benar-benar puas, atau akankah ada keluhan baru di laga-laga berikutnya? Yang jelas, perjuangan Tuchel kali ini membuka mata banyak pihak bahwa detail kecil seperti posisi fotografer bisa berdampak besar pada pengalaman pelatih dan pemain.



