BGN Perkuat Komunikasi Publik, Wakil Kepala Ditunjuk sebagai Juru Bicara
Baca dalam 60 detik
- Kepala Badan Gizi Nasional menunjuk Wakil Kepala Agustina Arumsari sebagai jubir usai rapat dengan Komisi IX DPR.
- Langkah ini merespons masukan DPR untuk memperkuat transparansi dan efektivitas komunikasi program strategis BGN.
- Agustina dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap kebijakan BGN, diharapkan mampu menjembatani informasi ke publik dan pemangku kepentingan.

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memiliki juru bicara baru. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, ditunjuk langsung oleh Kepala BGN Nanik S Deyang untuk mengemban peran tersebut. Penunjukan ini diumumkan setelah rapat kerja tertutup antara BGN dan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
Keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut atas masukan dari sejumlah anggota Komisi IX DPR yang menilai pentingnya penguatan fungsi komunikasi publik di lembaga tersebut. Dalam rapat yang membahas pagu anggaran BGN tahun 2027 itu, para legislator menyoroti perlunya saluran komunikasi resmi yang mampu menjelaskan kebijakan dan capaian program secara cepat dan akurat.
Nanik menjelaskan bahwa BGN saat ini menjalankan berbagai program strategis yang menjadi perhatian luas masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran juru bicara diharapkan dapat memastikan penyampaian informasi berjalan lebih terarah dan efektif. โKami menerima berbagai masukan konstruktif dari Komisi IX DPR RI. Salah satunya terkait pentingnya penguatan fungsi komunikasi publik,โ ujarnya.
Agustina Arumsari dinilai memiliki pemahaman komprehensif terhadap arah kebijakan, program kerja, serta isu-isu strategis yang menjadi fokus BGN. Dengan pengalaman sebagai wakil kepala, ia diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara BGN dengan masyarakat, media massa, dan pemangku kepentingan lainnya. Transparansi dan keterbukaan informasi, menurut Nanik, merupakan bagian penting dalam tata kelola lembaga yang baik.
Bagi publik Indonesia, langkah ini menandai upaya BGN untuk lebih terbuka dalam mengomunikasikan program-programnya, seperti perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting. Dengan adanya jubir, diharapkan informasi mengenai kebijakan dan capaian BGN dapat tersampaikan lebih cepat, mengurangi potensi misinformasi di tengah masyarakat.
โBGN akan terus membuka ruang komunikasi yang sehat, transparan, dan berbasis data. Kehadiran Jubir diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap berbagai program yang dijalankan BGN,โ tutup Nanik. Ke depan, efektivitas peran jubir baru ini akan menjadi sorotan, terutama dalam menjawab kritik dan pertanyaan publik terkait program gizi nasional.



