Maldini Beri Pujian untuk Messi Usai Hat-trick di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini memuji Lionel Messi lewat unggahan Instagram usai Messi mencetak hat-trick pada debut Piala Dunia 2026 melawan Aljazair.
- Maldini, legenda Italia yang pernah berlaga di empat Piala Dunia, menyebut Messi sebagai yang terbaik tanpa perlu kata-kata.
- Pujian dari bek legendaris ini menambah daftar panjang pengakuan atas kehebatan Messi di panggung sepak bola global.

Legenda sepak bola Italia, Paolo Maldini, memberikan pujian setinggi langit kepada Lionel Messi setelah megabintang Argentina itu mencetak hat-trick pada laga perdana Piala Dunia 2026. Dalam unggahan di Instagram Story, Maldini menulis, โNo words needed, simply the best,โ disertai foto selebrasi Messi. Pujian singkat namun bermakna ini datang dari seorang bek yang pernah merasakan pahit manis turnamen akbar empat edisi.
Messi, yang kini berusia 39 tahun, masih menunjukkan ketajamannya di pentas dunia. Pada pertandingan yang digelar Rabu lalu, ia membawa Argentina menang telak atas Aljazair dengan skor 4-1. Tiga gol Messi tercipta dalam rentang waktu 30 menit, dua di antaranya melalui tendangan bebas yang memukau. Penampilan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan mantan pemain.
Maldini sendiri bukanlah sosok yang mudah terkesan. Selama kariernya, ia telah berhadapan dengan banyak penyerang top dunia. Namun, konsistensi dan kelas Messi di usia yang tak lagi muda membuatnya layak mendapat tempat istimewa. โMessi bukan hanya pemain hebat, ia adalah fenomena yang mengubah cara kita memandang sepak bola,โ ujar analis sepak bola Italia, Fabrizio Romano, dalam komentarnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pujian Maldini ini menjadi pengingat akan besarnya pengaruh Messi di kancah global. Meski Indonesia tidak lolos ke Piala Dunia 2026, antusiasme terhadap turnamen ini tetap tinggi. Banyak suporter Tanah Air yang mendukung Argentina sejak era Maradona, dan Messi dianggap sebagai penerus sah tahta legenda tersebut. Momen seperti ini juga kerap menjadi bahan diskusi di komunitas sepak bola lokal, baik di media sosial maupun forum daring.
Maldini, yang kini menjabat sebagai direktur teknik AC Milan, memiliki pengalaman panjang di Piala Dunia. Ia finis di posisi ketiga pada 1990 dan menjadi runner-up pada 1994 setelah kalah adu penalti dari Brasil. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa sulitnya tampil konsisten di turnamen sebesar ini. Oleh karena itu, pujiannya kepada Messi bukanlah basa-basi, melainkan pengakuan tulus dari seorang legenda sejati.
Ke depan, Argentina masih harus menghadapi lawan-lawan berat di fase grup, termasuk Prancis dan Jepang. Jika Messi mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan membawa pulang trofi Piala Dunia keduanya. Pertanyaannya, mampukah fisik Messi yang sudah tidak muda lagi bertahan hingga partai puncak? Atau akankah ada kejutan dari tim lain yang menghentikan langkah La Albiceleste?



