Inter Milan Incar Bek Genoa Ostigard untuk Gantikan De Vrij
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menargetkan bek tengah Norwegia Leo Ostigard sebagai pengganti Stefan De Vrij yang akan hengkang ke Panathinaikos.
- Ostigard tampil impresif bersama Genoa musim ini dengan 31 penampilan dan 5 gol di Serie A, serta memiliki pengalaman juara Scudetto bersama Napoli.
- Inter harus bernegosiasi keras karena Genoa enggan melepas Ostigard dengan harga murah, sementara sang pemain belum berniat pindah.

Inter Milan tengah menyusun strategi perombakan lini belakang jelang musim 2026/27, dengan menempatkan bek tengah Norwegia Leo Ostigard sebagai kandidat utama pengganti Stefan De Vrij. Langkah ini diambil setelah kepergian De Vrij ke Panathinaikos nyaris pasti, menyusul keputusan pemain Belanda itu untuk tidak memperpanjang kontraknya di Giuseppe Meazza.
Menurut laporan La Repubblica yang dikutip CalcioMercato, Ostigard muncul sebagai opsi serius setelah menjalani musim gemilang bersama Genoa. Bek berusia 26 tahun itu mencatatkan 31 penampilan di Serie A musim ini dan menyumbang lima gol—salah satu catatan individu terbaik di klub. Performanya berlanjut ke level internasional, di mana ia mencetak gol untuk Norwegia saat melawan Irak di Piala Dunia.
Inter sebelumnya telah menetapkan Oumar Solet sebagai prioritas untuk menggantikan Francesco Acerbi, namun kebutuhan akan tambahan bek tengah membuat mereka melirik Ostigard. Pemain yang pernah menjadi bagian dari skuad Napoli saat meraih Scudetto 2022/23 ini dinilai memiliki pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan Nerazzurri.
Namun, Inter menghadapi tantangan berat untuk memboyong Ostigard. Genoa baru saja mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Rennes sebesar €2,5 juta pada Januari lalu dan tidak berniat melepasnya dengan harga murah. Manajemen klub asal Liguria itu menilai Ostigard sebagai aset berharga yang performanya terus meningkat. Sementara itu, sang pemain sendiri belum menyatakan keinginan untuk hengkang, membuat Inter harus bersabar.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, pergerakan Inter di bursa transfer ini menarik diamati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik pemain dengan profil fisik kuat dan jam terbang di Serie A. Ostigard, yang memiliki postur tinggi dan kemampuan duel udara, bisa menjadi contoh bagi bek-bek Indonesia yang ingin berkarier di Eropa. Selain itu, ketatnya negosiasi antara Inter dan Genoa mengingatkan pada dinamika transfer pemain di Liga Indonesia, di mana klub enggan melepas bintang mudanya dengan harga murah.
Inter kemungkinan akan menunggu hingga kepastian transfer Provedel, Palestra, dan Solet sebelum kembali mengincar Ostigard. Langkah ini menunjukkan pendekatan hati-hati Inter dalam merombak lini belakang, mengingat De Vrij dan Acerbi adalah pilar penting dalam skema Simone Inzaghi. Pertanyaannya, akankah Ostigard bersedia meninggalkan Genoa yang menjadi tempatnya bersinar, atau Inter harus mencari alternatif lain?



