Polri Kerahkan 4.576 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 4.576 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah titik Jakarta Pusat, termasuk depan Gedung DPR/MPR dan Bundaran HI.
- Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, serta melarang personel membawa senjata api atau tajam selama pengamanan.
- Rekayasa lalu lintas situasional disiapkan di sekitar lokasi aksi, dan masyarakat diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.
Polri mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengawal dan melayani aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah kelompok masyarakat di Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib di tengah potensi gangguan keamanan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung menyatakan bahwa sebanyak 4.576 personel diterjunkan, terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, dan unsur Pemerintah Daerah. Titik konsentrasi aksi berada di kawasan silang selatan Monas, depan Gedung DPR/MPR RI, serta Bundaran HI. "Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujar Reynold.
Dalam pengamanan ini, Polri menekankan pendekatan humanis dan persuasif. Reynold meminta seluruh personel menjaga profesionalitas, tidak mudah terpancing situasi lapangan, serta tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. "Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan," tegasnya.
Kepolisian juga mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis. "Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," jelas Reynold. Imbauan ini disampaikan mengingat potensi eskalasi massa yang kerap terjadi dalam aksi unjuk rasa di ibu kota.
Selain pengamanan personel, Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi aksi. Pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. "Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi agar mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melihat perkembangan di lapangan," ungkap Reynold. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kemacetan parah yang kerap terjadi saat aksi unjuk rasa.
Bagi pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan Monas, DPR/MPR, dan Bundaran HI, disarankan untuk memantau informasi lalu lintas terkini atau menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Sudirman-Thamrin atau tol dalam kota. Polri memastikan pengamanan akan berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Ke depan, efektivitas pendekatan humanis ini akan menjadi ujian bagi Polri dalam menyeimbangkan hak demokrasi dengan stabilitas keamanan. Akankah imbauan tanpa kekerasan cukup meredam potensi gesekan di lapangan? Masyarakat menanti hasil dari operasi pengamanan skala besar ini.



