De Zerbi Sebut Kulusevski Bakal Jadi 'Rekrutan Baru' Tottenham, Kembali ke Latihan Usai Cedera Panjang
Baca dalam 60 detik
- Dejan Kulusevski kembali berlatih bersama tim utama Tottenham setelah absen sejak Mei 2025 karena cedera lutut, meski belum akan diturunkan melawan Aston Villa.
- Roberto De Zerbi menilai pemain Swedia itu akan memberikan dampak besar dan menyebutnya sebagai 'rekrutan baru' saat kembali bugar.
- Tottenham masih mencari kemenangan pertama di Liga Premier dan berharap Kulusevski bisa segera memperkuat lini serang.

Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mengungkapkan bahwa Dejan Kulusevski telah kembali berlatih bersama tim utama setelah menjalani pemulihan panjang akibat cedera lutut. Meski demikian, pemain asal Swedia itu dipastikan tidak akan diturunkan saat Spurs menjamu Aston Villa pada Sabtu (12/10) pukul 12.30 waktu setempat. Kembalinya Kulusevski ke sesi latihan menjadi angin segar bagi klub yang tengah kesulitan mencetak gol di awal musim Liga Premier.
Kulusevski terakhir kali memperkuat Tottenham pada Mei 2025 sebelum mengalami cedera yang memaksanya menepi hingga kini. Proses rehabilitasinya sempat mengalami kemunduran, sehingga tim medis dan pelatih fisik sangat berhati-hati sebelum memberinya izin bermain kompetitif. De Zerbi menegaskan bahwa ia tidak ingin terburu-buru mengembalikan pemain berusia 25 tahun itu ke lapangan.
"Kami harus mengelola Deki dengan sebaik mungkin, bersama staf medis dan staf fisik. Tapi ini hal yang luar biasa bagi kami karena dia pemain bagus dan orang baik. Dia berhak bermain lagi. Kami harus bekerja hari demi hari," ujar De Zerbi kepada wartawan.<
De Zerbi bahkan menyebut Kulusevski akan seperti "rekrutan baru" ketika nanti benar-benar pulih dan mencapai kondisi terbaik. Menurutnya, jeda internasional menjadi momen penting bagi pemain untuk menyelesaikan tahap akhir pemulihan. "Saya pikir dia akan menjadi rekrutan hebat, rekrutan baru bagi kami, rekrutan baru lainnya," tambahnya.
Pujian De Zerbi terhadap karakter Kulusevski menunjukkan betapa pentingnya peran pemain itu di ruang ganti. "Dia tidak perlu dorongan dari saya, karena dia kuat, karakternya hebat, dan dia contoh bagi semua orang," tegasnya. Kembalinya Kulusevski diharapkan dapat menambah kreativitas dan kekuatan di lini serang Tottenham yang selama ini tumpul.
Sementara itu, Tottenham juga akan diperkuat Pedro Porro, Sandro Tonali, dan James Maddison yang sudah tersedia. Kehadiran Maddison memberi harapan bahwa lini depan Spurs bisa mulai menemukan ritme. Namun, laga melawan Villa tetap menjadi ujian berat mengingat kedua tim sama-sama mencari kemenangan pertama.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Tottenham dan Aston Villa adalah dua klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air. Kembalinya pemain sekaliber Kulusevski tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga nilai jual klub di pasar global, termasuk potensi kunjungan pramusim ke Asia. Selain itu, dinamika di Liga Premier sering menjadi acuan bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal manajemen cedera dan pemulihan atlet.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat Kulusevski bisa kembali ke performa terbaiknya dan apakah kehadirannya mampu mengangkat Tottenham dari keterpurukan. Jika ia benar-benar tampil seperti "rekrutan baru", bukan tidak mungkin Spurs akan bangkit dan bersaing di papan tengah. Namun, dengan tekanan yang mulai membayangi De Zerbi, hasil melawan Villa akan sangat menentukan arah musim ini.



