Gempa Susulan di Palu: 44 Pasien RSUD Undata Dievakuasi ke Halaman Rumah Sakit
Baca dalam 60 detik
- RSUD Undata Palu mengevakuasi 44 pasien ke tenda darurat di halaman setelah gempa magnitudo 6,7 dan rentetan gempa susulan.
- Keputusan evakuasi diambil karena risiko keselamatan pasien di lantai atas gedung jika gempa lebih besar terjadi.
- Pemeriksaan struktural menunjukkan gedung utama masih layak, tetapi gempa susulan memaksa manajemen kembali ke protokol darurat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260713/original/046879300_1781630997-IMG-20260617-WA0000-2.jpg)
Sebanyak 44 pasien RSUD Undata Palu terpaksa menjalani perawatan di area terbuka rumah sakit setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pagi, diikuti oleh rentetan gempa susulan yang masih berlangsung hingga Rabu.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin Sinanu, menjelaskan bahwa langkah evakuasi ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga, dan tenaga medis. Meski sempat ada upaya mengembalikan pasien ke ruang rawat setelah pemeriksaan awal, gempa susulan yang terjadi dua kali pada sore hari memaksa rumah sakit untuk kembali mengaktifkan protokol darurat. "Kebetulan tenda-tenda sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," ujarnya.
Keputusan evakuasi ini menjadi sorotan karena sebagian pasien dirawat di lantai tiga dan empat gedung utama yang terdiri dari empat lantai. Menurut Franklin, pasien di lantai atas akan sulit dievakuasi secara cepat jika gempa dengan kekuatan lebih besar terjadi. "Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang... ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," katanya.
Pihak rumah sakit sebelumnya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekitar dua jam setelah gempa utama. Tim pemeliharaan sarana dan prasarana memastikan gedung utama masih layak digunakan, dengan kerusakan ringan yang hanya terjadi pada dua ruangan. Hal ini sempat membuat puluhan pasien dikembalikan ke ruang perawatan masing-masing. Namun, intensitas gempa susulan yang terus terjadi hingga malam hari membuat manajemen memutuskan untuk kembali mengevakuasi pasien ke area yang lebih terbuka.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana. RSUD Undata sendiri telah memiliki tenda darurat yang siap digunakan, namun evakuasi berulang menunjukkan bahwa protokol keselamatan harus terus dievaluasi. Pertanyaan yang muncul adalah apakah infrastruktur rumah sakit di daerah rawan gempa sudah cukup adaptif untuk menghadapi skenario gempa susulan yang berkepanjangan?
Hingga berita ini diturunkan, pelayanan kesehatan di RSUD Undata tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat. Seluruh pasien yang dievakuasi dilaporkan dalam kondisi aman. Manajemen rumah sakit masih menunggu pernyataan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi gempa susulan sebelum memutuskan untuk mengembalikan pasien ke dalam gedung.



