Belatung Pemakan Daging Kembali Mengancam AS, Peternak dan Pemilik Hewan Peliharaan Wajib Waspada
Baca dalam 60 detik
- Lalat screwworm yang larvanya memakan daging hidup telah terdeteksi di AS Barat Daya setelah lebih dari 50 tahun, mengancam ternak dan hewan peliharaan.
- Peternak dan pemilik hewan di dekat perbatasan Meksiko diminta waspada terhadap luka berbau busuk dan perubahan perilaku hewan sebagai gejala awal infestasi.
- Keterbatasan produksi lalat steril dan pengurangan staf ahli di USDA memicu kekhawatiran tentang kesiapan AS menangani wabah yang berpotensi meluas.

Untuk pertama kalinya sejak 1970-an, lalat parasit screwworm yang larvanya memakan daging hidup kembali terdeteksi di wilayah barat daya Amerika Serikat, memicu kekhawatiran di kalangan peternak dan pemilik hewan peliharaan. Seekor anjing di New Mexico ditemukan terinfestasi pada Juni lalu, menandai masuknya hama yang telah menyebar dari Amerika Tengah ke Meksiko dan kini menyeberangi perbatasan.
Lalat betina screwworm bertelur di luka terbuka hewan berdarah panas. Begitu menetas, ratusan larva menggunakan mulut tajamnya untuk menggali dan memakan jaringan hidup, yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Menurut para dokter hewan, hewan yang diobati sejak dini dengan pembersihan luka, pengangkatan belatung, dan antibiotik biasanya dapat pulih total. Namun, tanpa penanganan, infestasi ini mematikan.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi luka yang membengkak, mengeluarkan nanah, atau tidak kunjung sembuh, disertai bau busuk khas daging membusuk. Hewan juga mungkin menunjukkan tanda-tanda sakit seperti menjilati atau menggigit area luka secara berlebihan, lesu, dan kehilangan nafsu makan. Dokter hewan setempat menekankan bahwa pemilik hewan harus segera membawa hewan ke klinik meskipun belatung atau telur belum terlihat.
Dr. Pancho Hubert, presiden Asosiasi Dokter Hewan Texas, mengingatkan bahwa konsekuensi dari melewatkan satu atau dua kasus sangat besar. "Jika masyarakat melihat sesuatu yang mencurigakan, segera bawa ke dokter hewan. Mungkin bukan apa-apa, tapi luka-luka ini sangat berarti," ujarnya. Ia juga menekankan agar pemilik hewan tidak mencoba menangani sendiri infestasi screwworm, karena bisa menyebabkan larva terus menggali atau belatung jatuh ke tanah dan menyebar.
Hewan liar seperti kucing dan anjing jalanan dianggap paling berisiko dan berpotensi menjadi vektor penyebaran ke hewan peliharaan. Warga diminta melaporkan hewan liar yang menunjukkan gejala ke otoritas pengendalian hewan setempat. Sementara itu, obat pencegah kutu dan caplak yang diberikan sebulan sekali dipercaya juga melindungi dari screwworm, karena bahan aktifnya bekerja dengan cara serupa terhadap berbagai parasit.
Di sisi lain, kesiapan AS dalam menghadapi wabah ini dipertanyakan. Departemen Pertanian AS (USDA) telah meningkatkan produksi lalat steril untuk menghentikan reproduksi screwworm, serta memperketat pengawasan dan pembatasan pergerakan hewan. Namun, dua pabrik lalat steril baru masih dalam pembangunan, dan produksi saat ini dinilai jauh dari cukup. Ditambah lagi, laporan Reuters tahun lalu menyebutkan bahwa ratusan staf ahli di USDA mengundurkan diri setelah pemerintahan Trump mendorong pengunduran diri, sehingga mengurangi jumlah spesialis yang siap merespons wabah penyakit hewan.
Menteri Pertanian Brooke Rollins menyatakan bahwa screwworm diproyeksikan masuk AS tahun lalu, dan upaya pemerintahan Trump berhasil menundanya, memberi waktu bagi USDA untuk menyiapkan respons cepat. Namun, dengan keterbatasan sumber daya dan ancaman yang terus mendekat, pertanyaan besarnya adalah: apakah infrastruktur dan tenaga ahli yang ada cukup untuk mencegah wabah besar yang bisa melumpuhkan industri peternakan dan membahayakan hewan kesayangan?



