PSI Bantah Kunjungan Jokowi ke Daerah sebagai Safari Politik: Ini Undangan Masyarakat
Baca dalam 60 detik
- PSI menyatakan rangkaian kunjungan Presiden ke-7 Joko Widodo ke berbagai daerah merupakan respons terhadap undangan warga, bukan agenda politik partai.
- Wakil Ketua Umum PSI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa Jokowi kini dalam kondisi sehat dan siap memenuhi undangan dari masyarakat.
- PSI saat ini fokus pada penguatan struktur internal untuk menghadapi verifikasi administrasi dan faktual pada 2027, tanpa mengonfirmasi posisi Jokowi di partai.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260683/original/094118600_1781620436-1000535094.jpg)
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tegas membantah bahwa rangkaian kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah belakangan ini merupakan bagian dari safari politik. Wakil Ketua Umum PSI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa agenda tersebut murni untuk memenuhi undangan dari masyarakat, bukan untuk kepentingan elektoral partai.
โIni bukan safari politik sebetulnya. Lebih kepada bagaimana Pak Jokowi memenuhi undangan dari masyarakat, termasuk jika ada kegiatan di PSI,โ ujar Isyana di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di publik mengenai motif politik di balik mobilitas mantan presiden tersebut.
Isyana menambahkan bahwa Jokowi telah menyampaikan kondisinya kini sudah pulih dan siap menghadiri berbagai acara yang diundang oleh masyarakat. โPak Jokowi sudah sehat dan bisa lagi memenuhi undangan dari seluruh masyarakat,โ katanya. Hal ini menjadi penting mengingat beberapa waktu lalu Jokowi sempat menjalani perawatan kesehatan.
Ketika ditanya mengenai kapan posisi Jokowi di PSI akan diumumkan, Isyana enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Sikap ini menunjukkan bahwa partai masih merahasiakan detail keterlibatan Jokowi, meskipun spekulasi terus bergulir. Pengamat politik menilai bahwa kehadiran Jokowi di PSI bisa menjadi faktor penentu dalam menghadapi verifikasi partai pada 2027, namun PSI tampaknya ingin menjaga fokus pada persiapan internal.
Isyana menegaskan bahwa saat ini prioritas PSI adalah pembentukan dan penguatan struktur partai untuk menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual pada 2027. โPSI tengah fokus membentuk struktur. Saat ini yang difokuskan adalah itu,โ tuturnya. Langkah ini dinilai strategis mengingat verifikasi merupakan pintu gerbang bagi partai untuk lolos sebagai peserta pemilu.
Bagi pembaca di Indonesia, pernyataan PSI ini memberikan gambaran bahwa Jokowi tetap aktif secara sosial meski telah lengser, namun belum ada kepastian mengenai perannya di partai politik. Spekulasi mengenai posisi Jokowi di PSI masih akan terus bergulir, terutama menjelang verifikasi 2027. Pertanyaan yang mengemuka: apakah Jokowi akan benar-benar bergabung dengan PSI, atau sekadar menjadi figur yang dimanfaatkan untuk memperkuat citra partai?



