Kloter Terakhir Gelombang I Pulang, Fokus Pemulangan Haji Beralih ke Madinah
Baca dalam 60 detik
- Rombongan terakhir jemaah haji gelombang pertama asal Singkawang diberangkatkan dari Jeddah pada Senin, menandai selesainya fase pemulangan dari Makkah.
- Sebanyak 245 kloter telah diterbangkan dengan total 96.155 orang, dan 233 kloter di antaranya sudah tiba di Indonesia hingga hari yang sama.
- Operasional kini bergeser ke Madinah, dengan 139 kloter gelombang kedua telah bergerak menuju kota tersebut untuk persiapan pemulangan melalui bandara setempat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260545/original/1600801-Pemulangan_jemaah_Kloter_14_Embarkasi_Batam__BTH_14__asal_Kabupaten_Singkawang__Kalimantan_Barat__di_Hotel_Jalal_Mutamaiz__Mekkah__Arab_Saudi__Senin__15_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)
Fase pemulangan jemaah haji Indonesia memasuki babak baru setelah kelompok terbang (kloter) BTH-14 asal Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi rombongan terakhir gelombang pertama yang meninggalkan Makkah. Keberangkatan mereka melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Senin (15/6/2026) menandai rampungnya seluruh rangkaian ibadah haji bagi jemaah gelombang awal.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengonfirmasi bahwa kloter BTH-14 merupakan penutup proses evakuasi jemaah dari hotel-hotel di Makkah menuju bandara. Para jemaah, menurutnya, menunjukkan kegembiraan setelah menuntaskan ibadah dan bersiap kembali ke Tanah Air. “Mereka merasakan kegembiraan dan kesenangan setelah melaksanakan haji dan akan kembali ke Tanah Air,” ujarnya kepada tim Media Center Haji di Makkah.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, hingga Senin, sebanyak 245 kloter telah diberangkatkan dari Jeddah, terdiri atas 95.178 jemaah dan 977 petugas—total 96.155 orang. Dari jumlah tersebut, 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, atau 91.638 orang. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa proses pemulangan berjalan sesuai rencana dan seluruh layanan dioptimalkan untuk kenyamanan jemaah.
Kini, perhatian operasional beralih ke Madinah. Hingga Senin, sebanyak 139 kloter gelombang kedua—terdiri atas 53.338 jemaah dan 556 petugas—telah diberangkatkan dari Makkah menuju Kota Nabi. Maria menjelaskan bahwa penerbangan terakhir jemaah gelombang pertama dijadwalkan pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu Arab Saudi. Setelah itu, layanan pemulangan akan difokuskan pada jemaah gelombang kedua yang berada di Madinah, dengan bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah sebagai pintu keluar menuju berbagai embarkasi di Indonesia.
Kemenhaj mengimbau jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kesehatan menjelang kepulangan: cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, dan hindari aktivitas melelahkan. Perhatian khusus diminta kepada jemaah lanjut usia, berkebutuhan khusus, dan yang membutuhkan pendampingan. Selain itu, jemaah diingatkan untuk tidak membawa air zamzam dalam bagasi; air zamzam akan didistribusikan di Indonesia sesuai mekanisme yang ditentukan.
Maria menutup dengan harapan agar nilai-nilai haji tetap terjaga setelah kembali ke Tanah Air melalui perilaku positif, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan. “Melalui semangat Sukses Peradaban dan Keadaban, kami berharap nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keseharian para jemaah,” katanya. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah kelancaran pemulangan gelombang pertama dapat menjadi tolok ukur bagi fase Madinah yang lebih kompleks, mengingat perbedaan infrastruktur bandara dan jumlah jemaah yang masih signifikan?



