Gibran Buka Pintu Istana untuk Mahasiswa: Projo Nilai Langkah Cerdas
Baca dalam 60 detik
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa di Istana Wapres di tengah gelombang demonstrasi nasional.
- Projo menilai pertemuan itu sebagai bukti pemerintah tidak anti-kritik dan menjembatani kesenjangan informasi.
- Gibran berkomitmen menyampaikan langsung aspirasi mahasiswa kepada Presiden Prabowo, termasuk evaluasi program MBG.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6), di tengah gelombang unjuk rasa yang melanda sejumlah kota besar. Langkah ini disambut positif oleh Dewan Pimpinan Pusat Projoโorganisasi relawan yang selama ini mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menilai pertemuan tersebut sebagai bentuk komunikasi politik yang sehat. Menurutnya, Gibran membuktikan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik, melainkan justru membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi anak muda. "Pintu Istana dibuka lebar untuk mendengar kegelisahan mahasiswa," ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6).
Pertemuan itu berlangsung di saat ribuan mahasiswa dari berbagai universitas turun ke jalan menolak sejumlah kebijakan prioritas pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan ekonomi yang dinilai memberatkan, hingga regulasi pendidikan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Bung Karno, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka di Istana Wapres menjadi simbol bahwa dialog tetap mungkin dilakukan di tengah ketegangan.
Freddy menambahkan, Gibran secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam pemerintahan dan berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Dalam dialog tersebut, Wakil Presiden disebut mencatat setiap poin yang disampaikan mahasiswa dan berjanji menyampaikannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. "Mas Wapres juga menyampaikan komitmen untuk menyampaikan langsung lembar catatan aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo," kata Freddy.
Langkah Gibran ini dinilai sebagai strategi politik yang cerdas di tengah tekanan publik. Dengan membuka pintu Istana, pemerintah tidak hanya meredam eskalasi protes, tetapi juga membangun citra sebagai rezim yang responsif. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dialog ini akan diikuti dengan perubahan kebijakan konkret, atau hanya sekadar pendingin suasana? Para mahasiswa tentu menunggu realisasi dari catatan yang dibawa Gibran ke meja Presiden.



