Aspinall Tantang Gane di Paris: Pertarungan Perebutan Gelar UFC pada September
Baca dalam 60 detik
- Tom Aspinall menyatakan siap bertarung melawan Ciryl Gane di Paris pada September untuk memperebutkan sabuk juara kelas berat UFC.
- Pertarungan pertama mereka pada Oktober lalu dinyatakan no contest akibat tusukan mata berulang dari Gane, yang memicu operasi mata Aspinall.
- Aspinall mengkritik pukulan siku Gane yang dianggap ilegal dalam kemenangannya atas Alex Pereira, menambah tensi menjelang duel ulang.

Juara kelas berat UFC, Tom Aspinall, secara terbuka menantang Ciryl Gane untuk bertarung di Paris pada September mendatang. Pertarungan ini akan mempertemukan dua petarung yang sebelumnya terlibat kontroversi, sekaligus menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara tak terbantahkan.
Pernyataan Aspinall muncul setelah Gane berhasil mengalahkan Alex Pereira pada ajang UFC Freedom 250 yang digelar di White House, Minggu lalu. Kemenangan tersebut membuat Gane merebut sabuk juara interim kelas berat, sekaligus membuka jalan untuk duel ulang dengan Aspinall. Meski tidak menyebut nama Aspinall secara langsung, Gane, 36 tahun, mengindikasikan kesiapannya untuk bertarung kembali. Aspinall pun langsung merespons dengan tegas: "Paris pada September? Saya akan melakukannya. Saya akan ke Paris. Beri tahu saya, saya akan ada di sana."
Pertarungan pertama antara keduanya pada Oktober lalu di Abu Dhabi berakhir tanpa pemenang. Aspinall tidak bisa melanjutkan pertandingan setelah mengalami tusukan mata berulang dari Gane. Insiden itu membuat Aspinall menjalani operasi pada Februari lalu untuk memperbaiki kerusakan di kedua matanya. Meski demikian, pada Mei lalu ia mengaku sudah kembali berlatih non-kontak dan siap tempur.
Ketegangan antara keduanya semakin memanas setelah Aspinall mengecam gaya bertarung Gane. Dalam kemenangan Gane atas Pereira, petarung asal Prancis itu menjatuhkan Pereira dengan pukulan kiri, lalu melancarkan siku ke arah belakang kepala lawan. Pukulan semacam itu dilarang dalam MMA, namun wasit Herb Dean tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Aspinall dengan tegas menyebut pukulan tersebut ilegal. "Pukulan siku itu terlihat ilegal. Sangat ilegal. Apa yang terjadi? Dia menjatuhkannya dengan pukulan dan kemudian mengayun untuk menyelesaikannya," ujar Aspinall. "Dia terlihat bagus, tapi saya harus menonton ulang. Tampaknya ada banyak siku ilegal yang dilancarkan."
Bagi penggemar MMA di Indonesia, duel ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua petarung papan atas dengan gaya bertarung yang kontras. Aspinall dikenal dengan kecepatan dan teknik gulatnya, sementara Gane unggul dalam striking dan mobilitas. Pertarungan ini juga berpotensi menjadi salah satu laga terbesar tahun ini, mengingat sejarah kontroversial keduanya. Jika terealisasi, duel di Paris akan menjadi ajang pembuktian bagi Aspinall yang ingin membersihkan namanya, sekaligus kesempatan bagi Gane untuk mengukuhkan dominasinya di kelas berat.
Dengan jadwal yang masih menunggu konfirmasi resmi dari UFC, publik bertanya-tanya: akankah pertarungan ini benar-benar terjadi tanpa insiden kontroversial seperti sebelumnya? Atau justru akan memicu babak baru perseteruan antara dua petarung yang sama-sama haus kemenangan?



