Dua Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Rutan Salemba Berhasil Digagalkan
Baca dalam 60 detik
- Petugas Rutan Kelas I Jakarta Pusat menggagalkan dua percobaan penyelundupan narkoba dalam sehari, dengan modus botol obat batuk dan kunciran rambut.
- Barang bukti yang diamankan meliputi cairan etomidate 30 ml dan sabu seberat 8 gram, masing-masing disamarkan secara kreatif oleh pengunjung.
- Kejadian ini menegaskan kerentanan sistem keamanan lembaga pemasyarakatan dan mendorong evaluasi prosedur penggeledahan pengunjung.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260137/original/049177200_1781577811-85e0ad64-90bb-43b2-8598-c5cddd56d0bd.jpeg)
Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba dalam satu hari, Senin (15/6), dengan modus yang semakin variatif: menyembunyikan cairan etomidate dalam botol obat batuk dan menyelipkan sabu di kunciran rambut pengunjung. Kejadian ini menjadi alarm bagi sistem keamanan lembaga pemasyarakatan yang kerap dijadikan sasaran peredaran narkoba.
Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, menyatakan bahwa penggagalan pertama terjadi pada sesi kunjungan pagi pukul 10.50 WIB. Seorang pengunjung berinisial NA kedapatan membawa botol obat batuk ukuran 60 ml yang hanya berisi separuh cairan dan mengeluarkan bau menyengat. Setelah diperiksa, cairan tersebut diduga kuat etomidate, narkotika golongan II yang biasa digunakan sebagai anestesi. โPetugas langsung mencurigai keanehan pada botol tersebut,โ ujar Wahyu.
Modus kedua terungkap pada sesi kunjungan siang pukul 14.40 WIB. Petugas menggeledah tubuh pengunjung berinisial MU (39) dan menemukan paket sabu seberat 8 gram yang disembunyikan di dalam kunciran rambut hitam miliknya. Wahyu mengapresiasi ketelitian petugas yang tidak hanya memeriksa barang bawaan, tetapi juga melakukan penggeledahan badan secara ketat. โKedua pelaku bertindak cerdik, tetapi kewaspadaan petugas lebih unggul,โ tambahnya.
Kasus ini menyoroti celah keamanan di lembaga pemasyarakatan yang kerap dimanfaatkan jaringan narkoba. Menurut data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, penyelundupan narkoba ke dalam rutan dan lapas masih tinggi, dengan berbagai modus seperti makanan, pakaian, hingga barang-barang kecil. Pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia, Dr. Bambang Widodo, menilai bahwa modus seperti kunciran rambut menunjukkan peningkatan kreativitas pelaku. โIni menuntut petugas untuk terus memperbarui teknik penggeledahan, termasuk penggunaan alat deteksi yang lebih canggih,โ ujarnya.
Wahyu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran. Setiap pelaku akan diproses hukum dengan koordinasi bersama Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta dan aparat penegak hukum. โKami akan memperkuat pengawasan dan menindak tegas setiap upaya penyelundupan,โ tegasnya. Langkah ini penting mengingat Rutan Salemba merupakan salah satu rutan terbesar di Jakarta dengan tingkat kunjungan tinggi.
Ke depan, Rutan Kelas I Jakarta Pusat berencana meningkatkan frekuensi pelatihan petugas dan memasang alat pendeteksi logam serta sinar-X di area kunjungan. Pertanyaannya, apakah langkah ini cukup untuk mengantisipasi modus-modus baru yang semakin tidak terduga? Ataukah diperlukan reformasi sistemik dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan di Indonesia?



