Danantara Bentuk Dana Khusus Infrastruktur: Giant Sea Wall hingga Kereta Api Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah meluncurkan Danantara Development Management Fund (DDMF) untuk membiayai proyek infrastruktur jangka panjang, melengkapi Danantara Investment Management yang fokus pada investasi.
- Menteri Koordinator Infrastruktur AHY menyebut DDMF akan mendanai Giant Sea Wall, reaktivasi jalur kereta, dan program 3 juta rumah, dengan target daerah rawan banjir rob seperti Jakarta dan Semarang.
- DDMF dipimpin eks Dirut Pindad Sigit Santosa; skema pembiayaan berkelanjutan diharapkan mempercepat realisasi proyek strategis nasional yang selama ini terhambat pendanaan.

Pemerintah resmi membentuk Danantara Development Management Fund (DDMF), sebuah badan pengelola dana yang dirancang khusus untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur jangka panjang, mulai dari tanggul laut raksasa hingga pengembangan jalur kereta api lintas pulau. Langkah ini disambut positif oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menilai DDMF menjadi katalis bagi program prioritas nasional yang selama ini kerap terhambat oleh keterbatasan anggaran.
Dalam keterangannya di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (15/6/2026), AHY menjelaskan bahwa DDMF akan berperan sebagai pelengkap Danantara Investment Management (DIM). Jika DIM lebih fokus pada portofolio investasi, DDMF diarahkan untuk mendanai proyek-proyek strategis dengan horizon waktu panjang, termasuk infrastruktur esensial. โBagi saya selaku Menko Infrastruktur, ini akan lebih banyak berhubungan dengan DDMF karena salah satu pilar strategisnya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial,โ ujar AHY.
Proyek pertama yang menjadi sorotan adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. AHY menegaskan bahwa proyek ini sudah mendesak mengingat penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob yang terus mengancam kawasan pesisir. Wilayah yang paling membutuhkan perlindungan segera meliputi Teluk Jakarta serta Semarang, Kendal, dan Demak di Jawa Tengah. โInvestasi yang dibutuhkan sangat besar, sehingga kehadiran DDMF menjadi kunci untuk merealisasikannya,โ kata AHY.
Selain tanggul laut, pemerintah juga mempercepat pengembangan sektor perkeretaapian. AHY menyebut bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan mencakup proyek Trans Sumatra, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik, terutama di wilayah yang kaya akan komoditas tambang. โPenguatan jaringan logistik berbasis kereta api akan membantu meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi sektor pertambangan,โ jelas AHY.
Di sektor perumahan, AHY mendorong keterlibatan DDMF dalam mendukung target pembangunan 3 juta rumah. Ia berharap dana tersebut dapat menghadirkan skema pembiayaan yang berkelanjutan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses lebih luas terhadap hunian layak dengan harga terjangkau. โIni satu paket yang sejalan dengan program kerja prioritas nasional,โ tambahnya.
Pembentukan DDMF menandai pergeseran strategi pembiayaan infrastruktur Indonesia, dari model tahunan menjadi pendanaan jangka panjang yang lebih terintegrasi. Pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana DDMF mampu menarik investasi swasta dan menjamin transparansi pengelolaan dana publik yang jumlahnya tidak sedikit.



