Gibran Catat Tuntutan Mahasiswa di Buku Kecil, Ultimatum 5×24 Jam Disodorkan
Baca dalam 60 detik
- Wapres Gibran menerima langsung aspirasi mahasiswa BEM UBK di Istana Wapres dan mencatatnya secara manual.
- Mahasiswa memberi tenggat 5×24 jam hingga 19 Juni 2026 untuk realisasi tuntutan, termasuk pembekuan MBG dan subsidi UKT.
- Pemerintah berjanji menindaklanjuti melalui mekanisme kerja antara Wapres dan Presiden Prabowo.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa di Istana Wapres, Senin (15/6), dan secara langsung mencatat setiap tuntutan yang disampaikan dalam buku kecil pribadinya. Langkah ini menjadi respons atas aksi unjuk rasa yang menuntut evaluasi kebijakan fiskal dan pendidikan.
Koordinator Aksi Mahasiswa sekaligus Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, mengungkapkan bahwa Gibran berjanji akan mengevaluasi poin-poin yang dianggap janggal. "Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinnya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini. Tentunya MBG dan KDMP," ujar Abdi.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memberikan ultimatum berupa tenggat waktu 5×24 jam, hingga 19 Juni 2026, bagi pemerintah untuk merealisasikan aspirasi mereka. Jika tidak dipenuhi, aksi massa akan kembali digelar. Tuntutan terbagi dalam dua klaster utama: fiskal-pendidikan dan moneter-energi.
Pada klaster fiskal dan pendidikan, mahasiswa mendesak pengalihan efisiensi anggaran untuk subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya operasional pendidikan tinggi. "Sub yang kedua, mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau," tegas Abdi. Sementara itu, klaster moneter dan energi menuntut otoritas moneter pusat melakukan intervensi stabilitas Rupiah dan membatalkan kenaikan harga BBM Pertamax yang dinilai menghancurkan daya beli masyarakat.
Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyatakan bahwa Gibran menghargai masukan mahasiswa sebagai bagian dari demokrasi. Ia menambahkan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. "Tentu, beliau berdua Bapak Wakil Presiden dan Bapak Presiden tentu punya mekanisme kerja yang akan disampaikan dalam kesempatan-kesempatan tertentu sesuai waktu yang tersedia," ujarnya.
Langkah Gibran mencatat tuntutan secara manual di buku kecil menuai perhatian sebagai simbol keseriusan, namun efektivitasnya masih diuji oleh tenggat waktu yang ketat. Apakah pemerintah akan merespons sebelum 19 Juni atau justru memicu gelombang aksi baru?



