ETF Aktif T. Rowe Price Disetujui SEC, Polkadot Melonjak 4%
Baca dalam 60 detik
- Polkadot (DOT) naik 4% ke $1,01 setelah SEC AS menyetujui ETF kripto aktif T. Rowe Price yang dapat memasukkan DOT dalam portofolionya.
- ETF ini menjadi produk terstruktur pertama di AS yang secara aktif mengakomodasi Polkadot, membuka akses lebih luas bagi investor institusional dan ritel.
- Meski sentimen positif, DOT masih menghadapi resistensi di $1,05; kegagalan bertahan di atas $0,95 bisa memicu penurunan ke level terendah tahunan.

Harga Polkadot (DOT) mencatat kenaikan 4% ke level $1,01 pada perdagangan terbaru, melampaui rata-rata pasar kripto yang hanya tumbuh 1,91%. Lonjakan ini tidak lepas dari persetujuan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terhadap dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto aktif milik T. Rowe Price, yang untuk pertama kalinya memasukkan Polkadot dalam daftar aset yang dapat dikelola secara aktif.
ETF yang akan tercatat di NYSE Arca ini merupakan produk inovatif karena secara aktif memilih 5 hingga 15 aset dari daftar yang telah disetujui regulator, termasuk Polkadot, Bitcoin, dan Ethereum. Langkah ini dinilai sebagai terobosan regulasi yang signifikan bagi Polkadot, karena membuka jalur investasi yang lebih terstruktur dan familiar bagi investor institusional maupun ritel di Amerika Serikat.
Katalis lain yang turut mendorong optimisme pasar adalah kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang meredakan ketegangan geopolitik dan mendorong investor beralih ke aset berisiko seperti kripto. Namun, faktor regulasi tetap menjadi pendorong utama. Menurut analis pasar, persetujuan ETF aktif ini menandai pertama kalinya Polkadot mendapat tempat dalam produk investasi terdaftar di AS, yang berpotensi meningkatkan permintaan jangka panjang.
Meski demikian, pergerakan DOT masih sangat bergantung pada sentimen altcoin secara keseluruhan. Indeks Altcoin Season, yang mengukur dominasi altcoin terhadap Bitcoin, menjadi indikator kunci. Jika indeks ini menembus level 55 disertai pertumbuhan kapitalisasi pasar yang berkelanjutan, DOT berpeluang menguji resistensi berikutnya di atas $1,05. Sebaliknya, jika gagal bertahan di level support $0,95, risiko koreksi menuju titik terendah tahunan di sekitar $0,90 kembali mengintai.
Bagi investor Indonesia, perkembangan ini membawa angin segar di tengah volatilitas pasar kripto global. Meski ETF tersebut belum secara langsung dapat diakses oleh investor ritel di Tanah Air, persetujuan SEC kerap menjadi acuan bagi regulator lain, termasuk Bappebti, dalam menyusun kerangka regulasi aset digital. Adopsi Polkadot dalam produk keuangan tradisional di AS juga dapat memperkuat posisi DOT sebagai aset kripto yang layak dipertimbangkan untuk diversifikasi portofolio.
Ke depan, fokus pasar tertuju pada kemampuan DOT menembus level $1,05 secara konsisten dengan volume tinggi. Jika berhasil, sinyal bullish jangka pendek akan terkonfirmasi. Namun, tanpa katalis baru, pergerakan harga diprediksi masih akan terikat pada dinamika pasar kripto secara luas dan rotasi altcoin yang sedang berlangsung.



