Diskon 50% dari Harga Pasar, INET Tender Saham PADA Rp63
Baca dalam 60 detik
- PT Sinergy Inti Andalan Prima (INET) resmi menguasai 53,57% saham PT Personel Alih Daya (PADA) melalui akuisisi dari Kopindosat.
- INET wajib melakukan tender offer kepada publik sebanyak 900 juta saham dengan harga Rp63, diskon 50% dari harga penutupan sebelumnya.
- Pengendali baru berkomitmen tidak mengubah bisnis utama PADA, tidak melakukan delisting, dan menggunakan dana internal untuk tender.

PT Sinergy Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengambil alih kendali PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) setelah membeli 1,687 miliar saham milik Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Transaksi senilai Rp63 per lembar ini setara dengan 53,57% modal ditempatkan dan disetor, menjadikan INET sebagai pengendali baru emiten penyedia jasa alih daya tersebut.
Konsekuensi dari pengambilalihan itu, INET wajib melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) kepada pemegang saham publik PADA. Manajemen INET telah menetapkan harga penawaran sebesar Rp63 per saham, sama dengan harga akuisisi dari Kopindosat. Nilai total tender offer mencapai maksimal Rp56,7 miliar untuk 900 juta saham publik atau 28,57% dari total saham beredar.
Yang menarik, harga tender tersebut berada 50,39% di bawah harga penutupan saham PADA pada perdagangan Senin (15/6) yang mencapai Rp127. Bahkan pada sesi I perdagangan Rabu (17/6), saham PADA terkoreksi 4,72% ke level Rp121, menunjukkan reksi pasar terhadap diskon besar yang ditawarkan. Meski demikian, manajemen INET menyebut harga Rp63 masih lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari terakhir yang tercatat Rp59,10.
Struktur kepemilikan PADA sebelum akuisisi dikuasai Kopindosat (59,86%), Sigit Kuntjahjo (11,57%), dan publik (28,57%). Setelah transaksi, INET menguasai 53,57%, Kopindosat tersisa 6,29%, Sigit Kuntjahjo tetap 11,57%, dan publik tidak berubah 28,57%. Sigit Kuntjahjo dikecualikan dari tender offer karena telah menerima penawaran setara dari pengendali baru, sesuai POJK No. 9/2018.
INET menegaskan tidak ada rencana perubahan kegiatan usaha utama PADA, delisting, pembubaran perusahaan, perubahan kebijakan dividen material, atau menjadikan PADA perusahaan tertutup. Kepastian ini penting bagi investor publik yang khawatir akan restrukturisasi drastis pasca-pengambilalihan. Untuk kelancaran proses, INET menunjuk PT Yakin Bertumbuh Sekuritas sebagai perusahaan efek.
Bagi investor di bursa saham Indonesia, aksi korporasi ini menjadi pengingat bahwa tender offer seringkali menawarkan harga di bawah pasar, namun juga memberikan kesempatan keluar bagi pemegang saham minoritas. Dengan diskon hingga 50%, pemegang saham PADA dihadapkan pada pilihan: menjual di harga Rp63 atau menahan risiko harga saham yang mungkin terus tertekan. Ke depan, pasar akan mengamati apakah INET mampu meningkatkan kinerja PADA seiring komitmennya untuk tidak mengubah bisnis inti.



