Jaket PSI untuk Jokowi: Sekadar Seremonial atau Sinyal Politik?
Baca dalam 60 detik
- Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebut penyematan jaket partai ke Jokowi hanya seremonial, namun menegaskan Jokowi sudah menjadi bagian PSI secara substansial.
- PSI mempercepat pembentukan struktur hingga desa/kelurahan sebagai persiapan verifikasi partai dan penyambutan resmi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina.
- Safari politik Jokowi ke berbagai daerah dinilai wajar oleh PSI, namun menuai kritik dari pihak lain yang menganggapnya tidak pantas.

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, buka suara mengenai rencana penyematan jaket partai kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan bahwa prosesi tersebut hanyalah bentuk seremonial belaka, namun secara substansial Jokowi sudah dianggap sebagai bagian dari PSI meskipun belum secara resmi mengenakan atribut partai.
"Penjaketan atau apapun namanya itu, satu bentuk seremonial. Tapi sebenarnya kalau kemudian kita ikutin rangkaian runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu adalah satu bentuk pernyataan yang harusnya bisa dimaknai tentang apakah Pak Jokowi itu PSI atau bukan," ujar Ahmad Ali kepada wartawan, Minggu (14/6).
Menurut Ahmad Ali, pernyataan Jokowi dalam Kongres PSI di Solo dan Rakernas PSI di Makassar yang menyatakan akan turun ke kecamatan untuk membantu PSI merupakan indikasi kuat bahwa Jokowi telah menjadi bagian dari partai berlambang mawar tersebut. "Artinya secara tersirat kan dia sudah, sesungguhnya dia adalah, menurut saya hari ini dia adalah PSI," tegasnya.
Ahmad Ali juga merespons kritik terhadap safari politik Jokowi ke sejumlah daerah. Ia menilai agenda tersebut wajar dilakukan oleh seorang tokoh bangsa, sama seperti yang dilakukan Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, atau dirinya sendiri. "Memaknai perjalanan safari Pak Jokowi ini sama halnya dengan perjalanan Ibu Mega, Pak SBY, Pak Ahmad Ali. Karena hal yang biasa dalam dunia perpolitikan toh," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kritik tersebut muncul karena "digoreng oleh orang tertentu" yang menganggapnya tidak pantas.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengungkapkan bahwa Jokowi akan segera secara resmi mengenakan jaket PSI sebagai Ketua Dewan Pembina. Grace menyatakan PSI sedang mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sebagai persiapan verifikasi partai tahun depan. "Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya di NTT, jadi ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," kata Grace saat kunjungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/6).
Menurut Grace, percepatan pembentukan struktur organisasi dilakukan agar roda partai dapat langsung bergerak ketika Jokowi resmi tampil sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Ia menilai persiapan pengurus PSI di NTT sudah berjalan baik, namun masih diperlukan penyempurnaan sebelum kedatangan Jokowi ke daerah tersebut.
Langkah PSI yang mempercepat konsolidasi struktural dan menyematkan jaket partai kepada Jokowi dapat dibaca sebagai upaya memperkuat posisi partai menjelang verifikasi dan pemilu mendatang. Namun, apakah seremoni ini akan cukup untuk mengonversi popularitas Jokowi menjadi dukungan elektoral bagi PSI? Atau justru sebaliknya, langkah ini akan memicu resistensi dari publik yang melihat Jokowi terlalu dekat dengan partai politik tertentu? Waktu yang akan menjawab.



