Subnautica 2 Tembus 5 Juta Kopi dalam 22 Hari, Krafton Incar Waralaba Jangka Panjang
Baca dalam 60 detik
- Subnautica 2 terjual lebih dari 5 juta kopi dalam 22 hari, menandai rekor penjualan cepat untuk seri ini.
- Krafton, penerbit asal Korea Selatan, berencana menjadikan Subnautica sebagai waralaba utama setelah menyelesaikan sengketa hukum dengan Unknown Worlds.
- Kesuksesan ini memperkuat posisi Subnautica di portofolio Krafton dan membuka peluang ekspansi ke pasar Asia, termasuk Indonesia.

Subnautica 2, sekuel dari game eksplorasi bawah laut yang populer, mencatat penjualan lebih dari 5 juta kopi hanya dalam 22 hari sejak dirilis. Angka ini menjadi bukti daya tarik waralaba tersebut di tengah gejolak internal antara penerbit Krafton dan pengembang Unknown Worlds yang baru saja mereda.
Menurut laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dirilis Krafton, perusahaan asal Korea Selatan itu kini menempatkan Subnautica sebagai salah satu properti intelektual andalan mereka. Dalam pernyataannya, Krafton berkomitmen untuk โmenjaga layanan yang stabil hingga peluncuran penuh dan mengembangkan Subnautica menjadi waralaba yang sukses.โ Langkah ini menandai ambisi perusahaan untuk menjadikan seri tersebut setara dengan waralaba besar lainnya dalam portofolio mereka, seperti PUBG.
Kesuksesan komersial Subnautica 2 hadir setelah berbulan-bulan ketegangan hukum antara Krafton dan pendiri Unknown Worlds. Sengketa yang sempat mencuat ke publik akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan damai, memungkinkan kedua belah pihak fokus pada pengembangan game ke depan. Analis industri menilai bahwa penyelesaian konflik ini menjadi kunci bagi Krafton untuk mengalokasikan sumber daya lebih besar bagi Subnautica.
Bagi pasar Indonesia, pencapaian ini membuka peluang baru. Subnautica 2 telah tersedia di platform Steam dan konsol dengan dukungan bahasa Indonesia parsial. Komunitas gamer Tanah Air yang dikenal antusias terhadap game eksplorasi dan survival bisa menjadi pasar potensial. Beberapa pengamat lokal mencatat bahwa kesuksesan Subnautica 2 dapat mendorong Krafton untuk lebih agresif memasarkan game mereka di Asia Tenggara, termasuk melalui event atau diskon khusus.
Namun, tantangan tetap ada. Persaingan di genre survival game semakin ketat dengan hadirnya judul-judul seperti Sons of the Forest dan Palworld. Krafton perlu memastikan dukungan konten pasca-peluncuran yang konsisten agar Subnautica 2 tidak kehilangan momentum. Selain itu, harga jual yang relatif tinggi di Indonesia (sekitar Rp 400.000) bisa menjadi hambatan adopsi massal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Krafton akan memperluas Subnautica ke media lain, seperti serial animasi atau merchandise, seperti yang dilakukan waralaba besar lainnya. Dengan fondasi penjualan yang kuat dan konflik internal yang terselesaikan, Subnautica memiliki panggung untuk tumbuh menjadi fenomena global. Namun, eksekusi strategi jangka panjang akan menentukan apakah waralaba ini benar-benar mampu bersaing di puncak industri game.



