Bidik Barcola, Arsenal Siapkan Dana Rp1,5 Triliun untuk Rekrutan Mewah
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Bradley Barcola dari PSG dengan banderol Β£87 juta, setara Rp1,5 triliun, sebagai prioritas utama bursa transfer musim panas.
- Andrea Berta, direktur olahraga anyar Arsenal, telah menjalin komunikasi intensif dengan agen Barcola sejak musim panas lalu, mengalahkan minat Liverpool.
- Meski Christos Tzolis menjadi opsi murah Β£35 juta, Barcola dinilai sebagai peningkatan signifikan setelah membukukan 42 kontribusi gol musim lalu.

Arsenal tidak hanya berniat mempertahankan posisi sebagai penantang gelar Premier League, tetapi juga siap menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain sayap kiri baru. Target utama mereka adalah Bradley Barcola, winger Paris Saint-Germain yang dibanderol sekitar Β£87 juta atau setara Rp1,5 triliun.
Menurut laporan internal klub, direktur olahraga Andrea Berta telah menjalin komunikasi terus-menerus dengan agen pemain asal Prancis itu sejak musim panas lalu. Arsenal bahkan sudah mengirimkan pertanyaan resmi pertama pada tahun 2024 dan terus memantau situasi Barcola di Parc des Princes. Berta dikabarkan telah menyampaikan ketertarikan serius klub London Utara tersebut dan meminta untuk selalu mendapat informasi jika PSG memutuskan menjual pemain berusia 23 tahun itu.
Namun, Arsenal tidak sendirian. Liverpool, rival sekota, juga dikabarkan mengincar pemain yang sama. Persaingan ketat diprediksi terjadi, mengingat Barcola dianggap sebagai salah satu sayap kiri terbaik di Eropa saat ini. Analis dan pencari bakat Como, Ben Mattinson, bahkan menyebutnya sebagai "salah satu LW terbaik di Eropa".
Di sisi lain, Arsenal juga tengah mempertimbangkan opsi yang lebih terjangkau: Christos Tzolis. Pemain asal Yunani yang kini membela Club Brugge itu dibanderol sekitar Β£35 juta. Tzolis tampil gemilang di Liga Belgia musim lalu dengan catatan 40 gol dan assist. Namun, ia belum membuktikan diri di kompetisi elite Eropa secara konsisten. Sebelumnya, ia hanya tampil 30 kali untuk Norwich City antara 2021 dan 2024 dan sempat bermain di kasta kedua Jerman pada 2023/24.
Perbandingan statistik menunjukkan Barcola unggul di level tertinggi. Dalam 16 penampilan Liga Champions musim lalu, ia mencatatkan enam kontribusi gol, sementara Tzolis hanya tiga dalam sembilan laga. Barcola juga lebih produktif dalam dribel sukses (1,1 per game) dan umpan kunci (1,6 per game) dibandingkan Tzolis (0,6 dan 1,4). Meski bermain di tim yang lebih kuat, Barcola telah membuktikan diri di panggung terbesar.
Keputusan Arsenal akan bergantung pada prioritas: apakah ingin mendatangkan pengganti langsung Leandro Trossard yang berpotensi hengkang ke Besiktas atau Bournemouth, atau benar-benar mencari peningkatan kualitas di posisi sayap kiri. Trossard, yang kerap menjadi pemain penentu di Emirates, belum menunjukkan tanda-tanda bertahan. Jika Arsenal ingin sekadar mempertahankan level, Tzolis bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin bersaing di papan atas Eropa, Barcola adalah jawabannya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik perhatian. Dengan potensi investasi besar ini, Arsenal menunjukkan ambisi untuk tidak hanya menjadi penantang, tetapi juga penguasa Premier League dan Eropa. Pertanyaannya, mampukah Andrea Berta mengamankan tanda tangan Barcola di tengah persaingan ketat dengan Liverpool? Atau justru memilih opsi aman dengan Tzolis? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer Arsenal musim panas ini.



