Kolo Muani ke Juventus: PSG Akhirnya Setuju dengan Opsi Wajib Beli
Baca dalam 60 detik
- Randal Kolo Muani dijadwalkan terbang ke Turin dalam 48 jam untuk menjalani tes medis bersama Juventus.
- Kesepakatan antara PSG dan Juventus berbentuk pinjaman dengan kewajiban membeli di akhir musim, dengan nilai transfer sekitar โฌ43-50 juta.
- Striker Prancis itu gagal menembus skuad Piala Dunia 2026, membuka peluang bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk merekrutnya di masa depan.

Randal Kolo Muani akhirnya mendapatkan kepastian masa depan setelah berbulan-bulan negosiasi alot antara Paris Saint-Germain dan Juventus. Striker berusia 27 tahun itu dilaporkan akan terbang ke Turin dalam 48 jam ke depan untuk menjalani tes medis, menandai berakhirnya saga transfer yang sempat membuatnya terkatung-katung.
Kesepakatan yang dicapai kedua klub berbentuk pinjaman dengan kewajiban membeli di akhir musim. Skema ini memungkinkan Juventus untuk menyebar biaya transfer ke dalam beberapa tahun fiskal, meringankan beban keuangan klub yang tengah berbenah. PSG awalnya mematok harga โฌ50 juta, namun Juventus berhasil menekan angka tersebut menjadi sekitar โฌ43 juta melalui serangkaian bonus berdasarkan performa pemain.
Kolo Muani pertama kali bergabung dengan Juventus pada Januari 2025 dengan status pinjaman, namun saat itu kedua klub gagal mencapai kesepakatan permanen. Alhasil, ia dipinjamkan ke Tottenham Hotspur pada musim panas berikutnya. Kini, setelah melalui perundingan panjang, kedua klub akhirnya menemukan format yang saling menguntungkan.
Kegagalan Kolo Muani menembus skuad timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong PSG untuk melepasnya. Meski sempat menjadi andalan di Eintracht Frankfurt, performanya di PSG tidak konsisten, sehingga membuatnya kehilangan tempat di tim utama. Juventus berharap dapat memulihkan performa terbaiknya di Serie A, kompetisi yang dikenal cocok bagi striker dengan karakteristik seperti dirinya.
Bagi sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk dicermati. Kehadiran pemain sekelas Kolo Muani di Juventus bisa menjadi magnet bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Serie A. Selain itu, jika performanya moncer di Italia, bukan tidak mungkin ia akan dilirik oleh klub-klub kaya dari Asia, termasuk Indonesia, di masa depan. Namun, dengan banderol yang masih tinggi, peluang tersebut masih jauh dari kenyataan.
Ke depannya, tantangan terbesar bagi Kolo Muani adalah membuktikan bahwa ia layak menjadi ujung tombak Juventus. Tekanan untuk mencetak gol di klub sebesar Juventus sangat besar, terlebih setelah kepergian beberapa pemain bintang. Akankah ia mampu menjawab keraguan dan menjadi mesin gol baru bagi Bianconeri? Atau justru kembali gagal dan berujung pada petualangan baru di luar Eropa? Hanya waktu yang bisa menjawab.



