NLNG Kantongi Pendapatan $149,6 Miliar, Ekspansi Kapasitas LNG Terus Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- NLNG mencatat pendapatan kumulatif $149,6 miliar sejak berdiri, dengan dividen $47,2 miliar dan pajak $10,8 miliar.
- Proyek Train 7 mencapai 93% penyelesaian, akan menambah kapasitas LNG 35% dan LPG 50%, serta studi untuk Train 8-10 dimulai.
- Ekspansi ini memperkuat posisi Nigeria di pasar gas global, namun tantangan pasokan gas masih menjadi kendala utama.

Nigeria LNG Limited (NLNG) mengumumkan pendapatan kumulatif sebesar 149,6 miliar dolar AS sejak awal operasinya, dan saat ini tengah menjajaki pembangunan fasilitas pencairan gas alam tambahan di luar proyek Train 7 yang sedang berjalan. Langkah ini menandai babak baru ekspansi perusahaan pelat merah Nigeria tersebut di tengah meningkatnya permintaan gas global.
Dalam pemaparan publikasi Fakta dan Angka 2026 di Lagos, Direktur Utama NLNG Adeleye Falade mengungkapkan bahwa perusahaan telah membagikan dividen senilai 47,2 miliar dolar AS kepada para pemegang saham dan membayar 10,8 miliar dolar AS dalam bentuk pajak kepada pemerintah federal sejak memenuhi kewajiban perpajakan pada 2009. Saat ini, NLNG mengoperasikan enam unit pencairan (train) dengan total aset lebih dari 22,9 miliar dolar AS dan telah mengirimkan lebih dari 6.285 kargo LNG ke pasar internasional secara aman.
Falade menegaskan bahwa kontribusi NLNG mencapai sekitar enam persen dari total pasokan LNG global, menjadikan Nigeria sebagai pemain penting dalam peta energi dunia. Proyek Train 7 yang tengah dibangun telah mencapai 93 persen penyelesaian dan diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi LNG sebesar 35 persenโdari 22 juta ton per tahun menjadi 30 juta ton per tahun. Selain itu, produksi LPG (elpiji) juga akan melonjak 50 persen. โKetika selesai, Train 7 akan meningkatkan produksi LNG kami sebesar 35 persen dan mendongkrak produksi LPG hingga 50 persen,โ ujarnya.
Lebih jauh, Falade mengungkapkan bahwa NLNG telah memulai diskusi awal dan kegiatan eksplorasi untuk pengembangan Train 8, 9, dan 10 guna mendorong pertumbuhan jangka panjang. โSaat ini kami sudah mulai melakukan percakapan awal dan kegiatan eksplorasi mengenai apa yang diperlukan untuk melangkah ke Train 8, Train 9, dan Train 10,โ katanya. Langkah ini menunjukkan ambisi NLNG untuk terus memperkuat posisinya di tengah persaingan pasar LNG yang semakin ketat.
Di sisi domestik, NLNG mencatat rekor pasokan LPG sebesar 500.000 ton pada 2025, yang memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan nasional. Sejak 2022, seluruh produksi LPG perusahaan dialokasikan untuk pasar dalam negeri guna meningkatkan akses terhadap bahan bakar memasak yang lebih bersih dan mengurangi ketergantungan pada biomassa. Tambahan pasokan LPG dari Train 7 diharapkan semakin mendukung transisi energi Nigeria dan inisiatif memasak bersih.
Falade juga menyoroti peran NLNG dalam menekan angka pembakaran gas (gas flaring) Nigeria dari sekitar 65 persen menjadi kurang dari 20 persen. โKami sebenarnya adalah negara gas yang kebetulan memiliki sedikit minyak,โ ujarnya. Nigeria memiliki cadangan gas terbukti sekitar 290 triliun kaki kubik, dengan cadangan tambahan yang belum sepenuhnya terverifikasi. Ia mendesak agar negara mempercepat pengembangan gas selama permintaan global masih menguntungkan. โAda jendela waktu yang harus kita manfaatkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang diberikan Tuhan kepada kita,โ tegasnya.
Meski optimistis, Falade mengakui bahwa kendala pasokan gas masih menjadi tantangan operasional terbesar NLNG. Tahun lalu merupakan tahun yang sangat sulit karena keterbatasan pasokan gas, namun situasi telah membaik pada tahun ini. Ia menekankan bahwa gas akan tetap menjadi komponen utama bauran energi global selama beberapa dekade ke depan, sehingga Nigeria harus bertindak cepat untuk memaksimalkan nilai ekonominya.
Di luar bisnis inti, NLNG juga merampungkan proyek jalan Bonny-Bodo yang disebut sebagai salah satu proyek tanggung jawab sosial perusahaan terbesar di Nigeria. Jalan tersebut untuk pertama kalinya menghubungkan Pulau Bonny dengan daratan utama, meningkatkan transportasi dan kegiatan ekonomi di Negara Bagian Rivers.
Dengan ekspansi Train 7 yang hampir rampung dan rencana pengembangan train berikutnya, NLNG berada di persimpangan strategis: antara memanfaatkan momentum permintaan global dan mengatasi hambatan pasokan di dalam negeri. Pertanyaannya, mampukah Nigeria menjaga laju investasi dan infrastruktur gasnya agar tidak kehilangan momen emas di tengah transisi energi dunia?



