Gol Bersejarah McGinn Bawa Scotland Puncaki Grup C Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- John McGinn mencetak gol pertama Scotland di Piala Dunia sejak 1998, membawa mereka menang 1-0 atas Haiti di Boston.
- Kemenangan ini menempatkan Scotland di puncak Grup C setelah Brasil dan Maroko bermain imbang di laga lain.
- Scotland akan menghadapi Maroko dan Brasil di laga selanjutnya, dengan McGinn yakin timnya masih punya potensi lebih.
Gol defleksi John McGinn pada menit ke-28 tidak hanya mengantarkan Scotland meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026, tetapi juga mengakhiri puasa gol mereka di turnamen ini selama 28 tahun. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tipis 1-0 atas Haiti di Stadion Gillette, Boston, sekaligus membawa Scotland memuncaki klasemen Grup C.
Bagi McGinn, gol itu mungkin bukan yang terbaik secara estetika, namun dampaknya sangat monumental. Ini adalah gol pertama Scotland di Piala Dunia sejak mereka terakhir tampil di putaran final pada 1998. โItu bukan gol terbaik saya, tapi siapa peduli? Rasanya surreal. Saat bola masuk ke gawang, saya bisa melihat para suporter Scotland bergemuruh. Saya rasa ini belum sepenuhnya meresap,โ ujar gelandang Aston Villa itu.
Kemenangan ini menempatkan Scotland di puncak Grup C setelah laga lainnya antara Brasil dan Maroko berakhir imbang. Situasi ini memberikan keuntungan bagi Scotland menjelang dua pertandingan berat melawan Maroko (Jumat) dan Brasil. McGinn mengakui timnya belum tampil sempurna, tetapi optimistis bisa meningkatkan performa. โKami masih memiliki gigi yang lebih tinggi. Haiti berbahaya di lini depan, jadi yang terpenting malam ini adalah kami menjaga clean sheet. Brasil dan Maroko adalah tim top 10 dunia, tapi mungkin itu akan cocok bagi kami untuk bermain counter-attack,โ tambahnya.
Ben Gannon-Doak, pemain sayap Bournemouth berusia 20 tahun, menjadi bintang di sisi kanan Scotland. Kecepatan dan kreativitasnya merepotkan pertahanan Haiti, termasuk dalam proses terciptanya gol McGinn. Bagi Gannon-Doak, debut Piala Dunia ini menjadi momen nomor satu dalam kariernya. โDebut Piala Dunia di Amerika Serikat... tidak ada yang bisa mengalahkannya, apalagi bermain untuk negara seperti Scotland. Suporter kami luar biasa. Mereka bepergian dengan jumlah besar dan bersuara keras. Saya menikmati setiap menitnya,โ katanya.
Gannon-Doak juga memuji McGinn, yang ia sebut sebagai โpengganggu 24/7โ namun brilian. Ia mengakui Scotland perlu meningkatkan penguasaan bola di menit-menit akhir dan mencetak gol tambahan untuk mengamankan kemenangan. โKami tahu standar kami. Kami bisa lebih baik dari ini,โ tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Scotland di Piala Dunia 2026 menarik untuk diikuti. Tim asuhan Steve Clarke ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan suporter fanatik, Scotland berpotensi menjadi kuda hitam di Grup C. Pertandingan melawan Maroko dan Brasil akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi mereka melangkah ke fase gugur.
Akankah Scotland mampu mempertahankan performa dan menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1998? Atau justru dua raksasa dunia, Brasil dan Maroko, akan menunjukkan kelasnya? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.


