Raja Thailand Anugerahkan Gelar Kehormatan Anumerta untuk Putri Bajrakitiyabha
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Thailand menetapkan penghormatan kerajaan bagi Putri Bajrakitiyabha yang wafat pada 11 Juni 2026, sebagai bentuk pengakuan atas pengabdiannya.
- Selama hidupnya, sang putri aktif di bidang peradilan, kemanusiaan, dan diplomasi, termasuk sebagai duta besar untuk Austria dan perwakilan di PBB.
- Penghargaan ini mencerminkan tradisi monarki Thailand yang menghormati jasa anggota kerajaan, sekaligus memperkuat citra institusi di mata publik.

Raja Thailand secara resmi menganugerahkan gelar kehormatan anumerta kepada Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, putri sulungnya yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026. Pengumuman yang dimuat dalam Royal Gazette pada 13 Juni 2026 itu menjadi bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhumah selama puluhan tahun.
Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Raja, disebutkan bahwa sang putri telah menjalankan tugas-tugas kerajaan dengan penuh ketekunan, kesetiaan, dan rasa syukur. Ia dinilai berhasil menjalankan perannya sehingga mendapatkan kepercayaan penuh dari Raja dan memberikan manfaat luas bagi negara. Kontribusinya diakui dan diapresiasi oleh masyarakat Thailand.
Sepanjang hidupnya, Putri Bajrakitiyabha berkecimpung di berbagai bidang, mulai dari sistem peradilan, amal publik, perlindungan hak asasi manusia, peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu, hingga urusan internasional. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Austria, serta bertugas di Misi Tetap Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Sebelumnya, ia juga menjadi jaksa ahli di Kantor Kejaksaan Agung.
Di luar tugas kenegaraan, almarhumah juga aktif memimpin berbagai yayasan pelayanan publik. Ia menjadi ketua Yayasan Relawan Sahabat (Pa) Palang Merah Thailand, Yayasan Bajrasudha Kajanurak di bawah Perlindungan Kerajaan, Yayasan Phubodin, dan Yayasan Ratchathan Pansuk. Semua lembaga itu berfokus pada kesejahteraan rakyat, terutama kelompok rentan.
Bagi Indonesia, berita ini mengingatkan kembali pada peran penting keluarga kerajaan di negara tetangga dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Thailand, sebagai sesama anggota ASEAN, memiliki sistem monarki konstitusional yang sangat dihormati. Pengabdian putri kerajaan di bidang hukum dan diplomasi juga menjadi contoh bagaimana figur publik dapat berkontribusi lintas sektor.
Penetapan gelar kehormatan ini merupakan tradisi yang lazim dalam monarki Thailand untuk mengabadikan jasa anggota kerajaan yang telah wafat. Langkah ini tidak hanya memperkuat legitimasi institusi kerajaan di mata rakyat, tetapi juga menjadi pesan bahwa pengabdian tanpa pamrih akan selalu dikenang. Ke depan, publik Thailand dan internasional akan menantikan bagaimana peran anggota kerajaan lainnya melanjutkan warisan almarhumah, terutama di bidang kemanusiaan dan diplomasi.



