Assaggi: Restoran Tasting Menu ala Italia yang Lebih Ramah Kantong Hadir di Singapura
Baca dalam 60 detik
- Chef Denis Lucchi membuka Assaggi, restoran tasting menu Italia dengan harga mulai S$58, tanpa bahan mewah seperti kaviar atau truffle.
- Konsep ini mengisi celah antara fine dining Buona Terra dan trattoria Locanda, menawarkan pengalaman multi-hidangan yang terjangkau.
- Assaggi menyajikan dua menu utama—Signature Journey dan Pasta Journey—dengan lebih dari 170 label anggur dan koktail musiman.

Chef Denis Lucchi, pemilik restoran bintang Michelin Buona Terra, akan membuka konsep ketiganya pada 10 Agustus mendatang: Assaggi, sebuah restoran khusus tasting menu yang mengusung semangat Italia tanpa embel-embel kemewahan. Berlokasi di Neil Road, Singapura, tempat ini menyasar pencinta kuliner yang ingin menikmati sajian multi-hidangan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Assaggi lahir dari keputusan Lucchi untuk memanfaatkan ruang lantai dua yang sebelumnya ditempati restoran Chaleur. Alih-alih membuka Locanda kedua, ia memilih menciptakan tempat yang lebih intim. “Kami ingin sebuah restoran di mana tamu bisa menikmati menu multi-hidangan tanpa benar-benar menguras kantong,” ujar Lucchi dalam pernyataannya. Kata “Assaggi” sendiri berarti “mencicipi” dalam bahasa Italia, mencerminkan fokusnya pada porsi kecil yang dirancang dengan teknik dan musim.
Dua menu utama ditawarkan: Signature Journey dan Pasta Journey, masing-masing seharga S$88. Untuk makan siang, tersedia opsi tiga hidangan dengan banderol S$58. Signature Journey menyajikan hidangan seperti daging sapi muda dengan artichoke dan telur puyuh, gurita dengan kentang, serta bebek dengan persik dan adas. Sementara Pasta Journey memanjakan tamu dengan empat jenis pasta, termasuk tubetti dengan teri dan lemon hitam, serta fusilli dengan udang merah dan jeruk nipis.
Lucchi menekankan bahwa Assaggi bukan sekadar versi murah dari Buona Terra. “Kami tidak mengandalkan bahan mewah hanya karena mahal. Kami fokus pada rasa, musim, dan keseimbangan,” jelasnya. Salah satu menu tasting didedikasikan penuh untuk pasta karena menurutnya pasta adalah ekspresi paling murni dari masakan Italia. Para tamu juga bisa menikmati anggur dari cawan tanah liat buatan tangan, seperti tradisi Romawi kuno, yang diklaim mengubah sensasi di mulut.
Bagi pencinta kuliner Indonesia, kehadiran Assaggi bisa menjadi referensi baru dalam menyajikan fine dining yang lebih demokratis. Di dalam negeri, konsep tasting menu dengan harga terjangkau masih jarang, dan pendekatan Lucchi—mengutamakan teknik dan musim tanpa gimmick kemewahan—bisa menginspirasi pelaku industri restoran di Jakarta atau Bali. Apalagi, dengan semakin banyaknya wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura, Assaggi menawarkan alternatif bersantap kelas atas tanpa label harga selangit.
“Assaggi melengkapi perjalanan kami. Ia berada di antara Buona Terra dan Locanda, menawarkan pengalaman multi-hidangan yang dipandu koki namun tetap terjangkau. Setiap restoran punya kepribadian sendiri, tapi semua dibangun di atas komitmen yang sama terhadap kualitas, keramahan, dan rasa hormat pada bahan baku,” kata Lucchi.
Ke depannya, tantangan Assaggi adalah mempertahankan konsistensi rasa dan pelayanan di tengah harga yang lebih rendah. Namun, dengan tim yang sebagian besar berasal dari Buona Terra, optimisme tetap tinggi. Bagi para penggemar kuliner, pertanyaan besarnya adalah: akankah konsep serupa merambah ke Indonesia dalam waktu dekat? Jika ada, mungkin akan menjadi angin segar bagi industri restoran di Tanah Air.



