Piala Dunia 2026: Turki Tanpa Yildiz, Australia Andalkan Circati
Baca dalam 60 detik
- Turki memulai laga perdana Piala Dunia 2026 tanpa bintang Juventus Kenan Yildiz yang diistirahatkan karena masalah kebugaran.
- Kapten Inter Milan Hakan Calhanoglu dan bek Roma Zeki Celik menjadi starter, sementara Merih Demiral mengisi lini belakang.
- Australia menurunkan bek Parma Alessandro Circati dan Cristian Volpato, pemain yang baru beralih kewarganegaraan dari Italia.

Laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 antara Australia dan Turki di Melbourne Rectangular Stadium menyajikan kejutan di susunan pemain. Turki memutuskan mengistirahatkan bintang mudanya, Kenan Yildiz, yang hanya duduk di bangku cadangan karena masalah kebugaran. Sebagai gantinya, lini serang dipercayakan kepada kombinasi pemain Serie A dan pengalaman lokal.
Pelatih Turki menurunkan kapten Inter Milan Hakan Calhanoglu sebagai pengatur serangan di lini tengah, didukung oleh Orkun Kokcu dan Salih Yuksek. Di sisi kanan pertahanan, Zeki Celik dari Roma mendapat kepercayaan sebagai starter, sementara Merih Demiral—mantan bek Juventus—berduet dengan Abdulkerim Bardakci di jantung pertahanan. Keputusan ini menunjukkan pendekatan hati-hati Turki terhadap kebugaran pemain kunci di turnamen padat jadwal.
Di kubu Australia, pelatih Graham Arnold menurunkan formasi solid dengan mengandalkan bek Parma Alessandro Circati di lini belakang. Kehadiran Circati menjadi penting mengingat pengalamannya di Serie A. Sementara itu, Cristian Volpato—pemain Sassuolo yang baru beralih kewarganegaraan dari Italia—ditempatkan sebagai pemain pengganti. Volpato sebelumnya sempat membela tim muda Italia sebelum memutuskan membela Australia, sebuah langkah yang menambah kedalaman skuad Socceroos.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain diaspora dan naturalisasi memengaruhi kekuatan tim. Australia, yang kerap menjadi lawan Indonesia di level Asia, kini semakin diperkuat pemain berdarah Eropa. Sementara Turki, dengan basis pemain Serie A yang kuat, menjadi ujian berat bagi Socceroos.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain Serie A lainnya seperti Calhanoglu dan Celik. Calhanoglu, yang musim ini tampil gemilang bersama Inter, diharapkan menjadi motor serangan Turki. Sementara Celik, yang jarang menjadi starter di Roma, mendapat kesempatan emas untuk menunjukkan kualitasnya di panggung dunia.
Di sisi Australia, ketiadaan pemain bintang seperti Mathew Ryan di posisi penjaga gawang digantikan oleh Joe Beach. Lini depan dipercayakan kepada Nestory Irankunda dan Mohamed Touré, dua pemain muda yang diharapkan mampu merepotkan pertahanan Turki. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat, dengan kedua tim sama-sama mengincar kemenangan perdana.
Ke depan, keputusan Turki mengistirahatkan Yildiz bisa menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga kebugarannya di laga-laga krusial. Namun, risiko kehilangan poin di laga pembuka tetap ada. Akankah Turki mampu mengatasi Australia tanpa Yildiz? Atau justru Australia yang memanfaatkan peluang ini?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456433/original/076534600_1766886064-1000740809.jpg)

