Martinez Bungkam soal Masa Depan, Fokus Penuh Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Portugal Roberto Martinez enggan berkomentar soal kontraknya yang akan habis setelah Piala Dunia 2026, memilih fokus pada laga perdana melawan Kongo.
- Tanpa bek Ruben Dias yang cedera, Martinez tetap bisa mengandalkan Cristiano Ronaldo yang tampil di Piala Dunia keenam dengan semangat seperti pemain baru.
- Portugal juga akan mendedikasikan turnamen ini untuk mendiang Diogo Jota, rekan setim yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memilih bungkam soal spekulasi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama timnas. Menjelang laga perdana Grup K melawan Republik Demokratik Kongo di Houston, Rabu (17/6) waktu setempat, Martinez menegaskan bahwa prioritasnya saat ini hanyalah membawa Portugal meraih gelar juara dunia.
Kontrak Martinez bersama Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) memang akan berakhir setelah turnamen ini. Namun, saat ditanya soal masa depannya, pelatih asal Spanyol itu menyebut isu tersebut sudah lama dibahas di Portugal dan bukan hal baru. "Yang terpenting adalah fokus memenangkan Piala Dunia," ujarnya dalam konferensi pers di Houston Stadium, Selasa (16/6).
Portugal sendiri dipastikan tidak akan diperkuat bek andalan Ruben Dias pada laga pembuka. Pemain Manchester City itu belum pulih sepenuhnya dari cedera yang didapat saat uji coba melawan Nigeria. Martinez menegaskan pihaknya tidak mau mengambil risiko di fase awal turnamen. "Secara medis, dia harus 100 persen siap untuk laga Piala Dunia. Kami tidak akan memaksakannya," jelas Martinez.
Meski tanpa Dias, Portugal masih memiliki senjata pamungkas: Cristiano Ronaldo. Megabintang berusia 41 tahun itu akan tampil di Piala Dunia keenamnya, sebuah pencapaian langka. Martinez memuji etos kerja Ronaldo yang menurutnya tak pernah luntur. "Dia adalah panutan, pemain ikonik. Ini Piala Dunia keenamnya, tapi intensitasnya seperti pemain pertama kali. Dia pemain yang esensial, mampu membuka ruang bagi rekan setimnya," puji Martinez.
Di sisi lain, Martinez mewaspadai kekuatan Kongo yang dikenal fisik dan cepat dalam transisi. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan lawan. "Kami harus bisa mengimbangi emosi mereka. Jika menang satu gol, itu biasa; jika imbang, bencana; jika kalah, kiamat. Cape Verde sudah membuktikan tidak ada laga mudah di Piala Dunia ini," tambahnya, merujuk hasil imbang 0-0 Cape Verde melawan juara Eropa Spanyol.
Suasana haru juga menyelimuti skuad Portugal. Kapten Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa tim akan bermain dengan mengenang mendiang Diogo Jota, mantan rekan setim yang tewas dalam kecelakaan mobil tahun lalu. Jota diperkirakan akan menjadi bagian penting tim di Piala Dunia ini. "Semua orang membicarakan dia. Dia rekan setim yang hebat, rendah hati, dan sangat bersemangat. Baginya, dia masih bagian dari kelompok kami," ucap Fernandes dengan nada sendu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 patut disimak. Selain Ronaldo yang menjadi idola global, gaya bermain Portugal yang mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas lini tengah bisa menjadi tontonan menarik. Apakah Martinez mampu membawa Portugal meraih gelar keduanya setelah 2016? Atau justru turnamen ini akan menjadi akhir dari era Martinez? Laga melawan Kongo akan menjadi jawaban pertama.



