Tuchel Perpanjang Kontrak Timnas Inggris: Klausul Kinerja Jadi Jaminan
Baca dalam 60 detik
- FA mengikat Thomas Tuchel dengan kontrak anyar hingga Euro 2028, namun perpanjangan itu bergantung pada pencapaian performa tertentu yang dirahasiakan.
- Keputusan memperpanjang sebelum Piala Dunia 2026 menuai kritik, tetapi FA menilai langkah itu perlu untuk menghindari ketidakpastian jelang turnamen.
- Bullingham juga membahas jeda minum di Piala Dunia AS yang dinilai penting bagi tim Eropa, namun kecil kemungkinan diadopsi Euro 2028.

Thomas Tuchel resmi menjabat sebagai manajer Timnas Inggris pada 1 Januari 2025, namun kontraknya yang baru diperpanjang hingga 2028 ternyata menyisakan satu syarat: klausul kinerja. Kepala Eksekutif FA Mark Bullingham mengonfirmasi bahwa perpanjangan dua tahun tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan bergantung pada capaian tertentu yang tidak diungkapkan ke publik.
Kontrak awal Tuchel sedianya berakhir setelah Piala Dunia 2026. Namun, FA memilih memperpanjang masa baktinya lebih awalโsebuah langkah yang dianggap berisiko karena hasil turnamen belum diketahui. Tuchel diangkat pada 2024 dengan mandat membawa pulang trofi Piala Dunia kedua bagi Inggris. Kini, ia akan memulai perjuangan di laga perdana melawan Kroasia di Arlington, Texas, Rabu (21:00 BST).
Bullingham membela keputusan tersebut saat ditemui di pusat media Inggris di Kansas City. Menurutnya, membiarkan kontrak manajer top seperti Tuchel hampir habis tanpa kepastian justru lebih berbahaya. "Kami punya manajer yang bekerja sangat baik. Kami tidak bisa membiarkannya menunggu dan melihat hasil turnamen. Di profesi mana pun itu tidak realistis," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Euro 2028 yang digelar di kandang sendiri membutuhkan sosok berpengalaman, dan Tuchel dinilai tepat.
Kritik muncul karena FA dianggap memberikan "hadiah" sebelum misi utama selesai. Namun, Bullingham menegaskan bahwa klausul performa ada di setiap kontrak FA, meski ia enggan merinci detailnya. Ia juga menepis kemungkinan adanya klausul pemutusan sepihak yang bisa diaktifkan Tuchel. "Kami bisa mengikatnya pada kontrak," tegas Bullingham.
Selain kontrak, Bullingham juga menyoroti kebijakan jeda minum (hydration break) yang diberlakukan FIFA di Piala Dunia AS karena cuaca panas dan lembap. Menurutnya, jeda ini sangat krusial bagi tim Eropa yang tidak terbiasa dengan kondisi ekstrem. "Dari sisi kesejahteraan pemain, ini sangat penting," katanya. Namun, ia memperkirakan kebijakan serupa tidak akan diterapkan di Euro 2028 karena iklim Eropa yang lebih moderat.
Keputusan FA memperpanjang kontrak Tuchel sebelum turnamen besar menjadi ujian tersendiri. Jika Inggris gagal di Piala Dunia 2026, klausul kinerja bisa menjadi alat evaluasi. Namun, jika sukses, langkah ini akan dianggap sebagai antisipasi brilian. Pertanyaannya: akankah keberanian FA membayar lunas di depan berbuah manis, atau justru menjadi bumerang?
