Tim Ream, Veteran 38 Tahun yang Justru Mencari Kebahagiaan di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Tim Ream memecahkan rekor pemain tertua Amerika Serikat yang tampil di Piala Dunia saat membawa timnya menang 4-1 atas Paraguay.
- Ream menegaskan bahwa dirinya tidak termotivasi oleh rekor pribadi, melainkan oleh kebersamaan tim dan kecintaannya pada sepak bola.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi AS di turnamen, dengan lini belakang yang kokoh berkat duet Ream dan Chris Richards.
Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat, mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia setelah menjadi pemain tertua Negeri Paman Sam yang pernah tampil di turnamen akbar tersebut. Namun, di usianya yang ke-38 tahun 250 hari, Ream justru mengaku tidak terlalu memikirkan rekor itu. Baginya, kebahagiaan dan cinta pada permainan adalah segalanya.
Dalam laga pembuka Grup A melawan Paraguay di Los Angeles Stadium, Ream memimpin rekan-rekannya meraih kemenangan telak 4-1. Kemenangan ini bukan hanya hasil impresif, tetapi juga menandai sejarah baru: Ream memecahkan rekor Fernando Clavijo yang bertahan sejak Piala Dunia 1994. Namun, sang kapten memilih untuk tidak berlarut dalam pencapaian pribadi.
โSaya tidak terlalu memikirkannya. Saya tidak menganggap diri saya sebagai pemain tua. Saya tidak memikirkan rekor atau apa pun selain menjadi bagian dari kelompok ini,โ ujar Ream kepada FIFA. โMenjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri sendiri adalah kehormatan besar. Saya di sini untuk kegembiraan dan cinta, untuk membantu anak-anak ini dan mendorong mereka maju.โ
Ream membentuk duet solid di lini belakang bersama Chris Richards yang baru pulih dari cedera pergelangan kaki. Kolaborasi mereka menjadi fondasi bagi para pemain ofensif seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Folarin Balogun, dan Gio Reyna untuk leluasa menyerang. โChris adalah pejuang. Tidak ada yang bisa menghentikannya untuk tampil. Dia akan merasakan pegal besok, seperti kebanyakan dari kami, tapi dia adalah pemain yang Anda inginkan di tim Anda,โ tambah Ream.
Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi AS di turnamen yang mereka gelar bersama Meksiko dan Kanada. Ream menekankan bahwa kerja keras tim selama ini membuahkan hasil. โBanyak hal pertama terjadi malam iniโgol pertama, caps pertama. Ini malam yang baik secara keseluruhan,โ katanya. Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan Ream, AS optimistis melangkah ke babak selanjutnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah Ream menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi di level tertinggi. Di tengah gempuran pemain muda berbakat, veteran seperti Ream membuktikan bahwa pengalaman dan dedikasi tetap menjadi aset berharga. Pertanyaannya, mampukah AS mempertahankan performa ini dan melaju jauh di Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri?

