Curtis Jones di Persimpangan: Hengkang dari Liverpool atau Bertahan demi Mimpi Besar?
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Liverpool Curtis Jones memasuki musim panas krusial dengan kontrak yang tersisa setahun dan ketertarikan serius dari Inter Milan.
- Di bawah asuhan Arne Slot, Jones gagal menjadi starter reguler di lini tengah, memicu spekulasi kepergian dengan banderol sekitar ยฃ35 juta.
- Keputusan Jones akan bergantung pada pembicaraan dengan pelatih baru Andoni Iraola dan ambisinya menjadi kapten seperti Steven Gerrard.

Kontrak Curtis Jones di Liverpool hanya menyisakan satu musim lagi, dan Inter Milan telah menyatakan minat serius untuk memboyongnya pada bursa transfer musim panas ini. Situasi ini menempatkan pemain berusia 25 tahun itu di persimpangan jalan: bertahan di klub masa kecilnya atau mencari tantangan baru di Serie A.
Jones, yang menjalani debut bersama timnas Inggris pada 2024 dan mencetak gol pertamanya dengan gaya back-heel, sempat menjadi andalan Liverpool saat merebut gelar Premier League 2024-25. Namun, musim lalu ia hanya menjadi starter dalam 10 pertandingan liga di posisi gelandang, lebih sering diplot sebagai bek kanan darurat. Ketidakpuasan ini sempat terlihat saat ia memberi emoji tepuk tangan pada unggahan Mohamed Salah yang mengkritik gaya bermain Liverpool.
Inter Milan, yang membutuhkan gelandang kreatif, melihat Jones sebagai prioritas utama. Direktur olahraga Inter, Pierre Ausilio, secara terbuka mengakui ketertarikan mereka. Federico Chiesa bahkan mengungkapkan bahwa Jones bertanya tentang kehidupan di Italia, dan ia menjawab cuaca Milan lebih baik daripada Liverpool. Bagi Jones, pindah ke Italia bisa menjadi langkah karir yang menarik, apalagi teman dekatnya, Anthony Gordon, sudah lebih dulu merasakan atmosfer Barcelona.
Bagi Liverpool, kehilangan Jones secara gratis akan menjadi pukulan telak setelah sebelumnya Ibrahima Konate, Mohamed Salah, dan Andy Robertson hengkang tanpa biaya. Manajemen klub berharap pelatih baru Andoni Iraola dapat meyakinkan Jones bahwa ia masih memiliki masa depan di Anfield. Pembicaraan awal antara keduanya akan menjadi penentu, terutama karena banyak pemain senior seperti Alisson Becker dan Virgil van Dijk juga memasuki tahun terakhir kontrak mereka.
Jones sendiri dikenal sebagai pribadi yang berani mengambil tanggung jawab. Saat gagal mengeksekusi penalti melawan PSG di Liga Champions 2025, ia justru bangga karena berani maju. "Saya bisa hidup dengan kegagalan, tapi tidak dengan rasa takut mengambil tanggung jawab," ujarnya kepada GQ. Sikap ini membuatnya dihargai di ruang ganti, namun ambisinya untuk menjadi bintang besar mungkin tidak sejalan dengan perannya saat ini sebagai pemain rotasi.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Jones menarik perhatian karena banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Liga Inggris dan Serie A. Jika Jones bergabung dengan Inter, ia akan menjadi salah satu gelandang Inggris yang merumput di Italia, fenomena yang relatif jarang terjadi. Keputusan ini juga bisa mempengaruhi persepsi pemain muda Asia Tenggara tentang jalur karir di Eropa.
Pertanyaan besarnya: apakah Jones rela meninggalkan klub impian masa kecilnya demi menit bermain reguler di Inter? Atau akankah Iraola memberinya peran sentral yang selama ini ia idamkan? Musim panas ini akan menjadi jawabannya.



