Belgium vs Egypt: Duel Raksasa Grup G Piala Dunia 2026 di Kandang Bising Seattle
Baca dalam 60 detik
- Belgium dan Egypt, dua tim tak terkalahkan di kualifikasi, akan saling sikut di Seattle Stadium pada 15 Juni 2026.
- Egypt kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak Rusia 2018, sementara Belgium ingin ulangi kemenangan di laga pembuka Qatar 2022.
- Seattle Stadium, yang terkenal sebagai stadion terkeras di dunia, siap menjadi saksi pertarungan strategi antara De Bruyne dan Salah.
Belgium dan Egypt akan menjadi pusat perhatian pada 15 Juni 2026 saat keduanya bertemu di Seattle Stadium dalam laga perdana Grup G Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan ini bukan sekadar pembuka, melainkan ujian awal bagi dua tim yang sama-sama melaju mulus tanpa kekalahan di babak kualifikasi.
Bagi Egypt, penampilan di Amerika Serikat ini adalah momentum kebangkitan setelah enam tahun absen dari panggung terbesar sepak bola dunia. Terakhir kali tampil di Rusia 2018, The Pharaohs gagal melaju ke fase gugur. Kini, dengan skuad yang diperkuat Mohamed Salah dan sederet pemain muda berbakat, mereka datang dengan ambisi membalikkan catatan buruk. Di sisi lain, Belgium—yang dijuluki The Red Devils—datang dengan modal kemenangan di laga pembuka Qatar 2022 atas Kanada. Mereka ingin mengulang pola yang sama: start cepat dan dominasi di grup.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada laga persahabatan menjelang Qatar 2022. Saat itu, Egypt keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Catatan itu menjadi pengingat bagi Belgium bahwa Egypt bukan lawan yang bisa diremehkan, meski secara peringkat dunia Belgium berada di atas. Pelatih Belgium diperkirakan akan menurunkan formasi menyerang dengan Kevin De Bruyne sebagai pengatur serangan, didukung oleh Jérémy Doku dan Leandro Trossard di sayap. Sementara itu, Egypt mengandalkan trisula lini depan yang digalang Salah, Trezeguet, dan Marmoush.
Seattle Stadium sendiri menjadi daya tarik tersendiri. Berbentuk tapal kuda dengan sisi utara terbuka, stadion ini menyuguhkan panorama cakrawala Seattle yang memukau. Namun, yang lebih terkenal adalah tingkat kebisingannya. Dua kali tercatat dalam Guinness World Records sebagai stadion outdoor paling keras—pada September dan Desember 2013—tempat ini dikenal sebagai benteng bagi Seattle Sounders (MLS) dan Seattle Seahawks (NFL). Atmosfer seperti itu bisa menjadi faktor psikologis yang memengaruhi performa pemain, terutama bagi Egypt yang mungkin belum terbiasa dengan tekanan suara setingkat itu.
Bagi penggemar di Indonesia, pertandingan ini bisa disaksikan melalui platform streaming resmi FIFA atau saluran televisi yang memegang hak siar. FIFA juga menyediakan Match Centre untuk update langsung, susunan pemain, dan statistik mendalam. Tiket pertandingan masih tersedia melalui laman resmi FIFA, termasuk paket hospitality bagi yang ingin pengalaman menonton premium.
Pertandingan ini tidak hanya menentukan langkah awal di Grup G, tetapi juga menjadi barometer sejauh mana Egypt bisa bersaing setelah sekian lama absen. Akankah Belgium membalas kekalahan di laga uji coba, atau justru Egypt yang kembali mengejutkan? Satu hal yang pasti, gemuruh Seattle Stadium akan menjadi saksi bisu pertarungan dua raksasa yang haus kemenangan.



