Kode 'Wani' Rizky Ridho Picu Spekulasi: Ramadhan Sananta Menuju Persebaya?
Baca dalam 60 detik
- Ramadhan Sananta mengakhiri masa baktinya di DPMM FC dengan statistik kurang impresif, hanya mencetak empat gol dalam 27 laga.
- Komentar 'Wani' dari kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho di unggahan perpisahan Sananta memicu spekulasi kepindahannya ke Persebaya Surabaya.
- Sananta butuh memilih klub yang tepat demi menjaga peluangnya di Timnas Indonesia setelah absen dari panggilan FIFA Matchday Juni 2026.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539806/original/017629400_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-06.jpg)
Komentar singkat 'Wani' yang ditinggalkan Rizky Ridho di unggahan perpisahan Ramadhan Sananta langsung memicu spekulasi liar di kalangan penggemar sepak bola nasional. Kode yang identik dengan slogan suporter Persebaya Surabaya itu dianggap sebagai isyarat bahwa penyerang Timnas Indonesia tersebut akan segera berseragam Bajul Ijo.
Sananta, yang baru saja mengucapkan selamat tinggal kepada klub Brunei Darussalam, DPMM FC, melalui akun Instagram pribadinya, menuliskan pesan emosional: "Terima kasih untuk tahun yang tak terlupakan. Menuju bab berikutnya." Unggahan itu langsung mendapat respons dari bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, yang hanya menulis 'Wani'โbagian dari salam khas Bonek, 'Salam Satu Nyali, Wani'. Ridho sendiri merupakan mantan pemain Persebaya, sehingga kian memperkuat dugaan bahwa Sananta akan merapat ke Surabaya.
Kepindahan Sananta dari DPMM FC sejatinya sudah diumumkan klub Malaysia itu pada 13 Mei 2026. Selama semusim membela tim yang bermarkas di Brunei tersebut, performa pemain berusia 23 tahun itu jauh dari kata memuaskan. Dari 27 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu membukukan empat gol dan dua assist. Catatan itu membuatnya kesulitan bersaing di lini depan, dan akhirnya didepak dari skuad utama.
Meski demikian, nama Sananta masih cukup diperhitungkan di level Timnas Indonesia. Pelatih John Herdman sempat mempercayakannya sebagai starter saat Garuda menghadapi St Kitts and Nevis dan Bulgaria dalam FIFA Series 2026. Namun, absennya nama Sananta dari daftar pemain yang dipanggil untuk FIFA Matchday Juni 2026 menjadi alarm bahwa posisinya di tim nasional mulai terancam. Situasi ini membuat pilihan klub berikutnya menjadi krusial bagi kariernya.
Persebaya Surabaya, yang kini ditangani Bernardo Tavares, dikabarkan tengah membutuhkan tambahan amunisi di lini depan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Kehadiran Sananta dinilai dapat memberikan opsi lebih bagi Tavares, terutama mengingat pengalaman internasional yang dimiliki sang striker. Namun, Sananta harus mampu bersaing dengan penyerang lain yang sudah lebih dulu malang melintang di Liga 1.
Keputusan Sananta dalam memilih klub berikutnya akan sangat menentukan kelangsungan kariernya, baik di level klub maupun tim nasional. Jika ingin tetap menjadi andalan John Herdman, ia harus tampil konsisten dan produktif. Persebaya bisa menjadi panggung yang tepat untuk membangkitkan kembali ketajamannya, tetapi persaingan di Liga 1 tidaklah mudah. Pertanyaannya, mampukah Sananta menjawab keraguan dan membuktikan bahwa masa lalu yang kurang gemilang hanyalah fase transisi?



