Milan Gaet Amorim: Risiko di Balik Reputasi Pelatih Eks Man United
Baca dalam 60 detik
- AC Milan segera mengumumkan Ruben Amorim sebagai pelatih baru dengan kontrak dua tahun, menggantikan posisi yang ditinggalkan setelah musim lalu.
- Amorim dipecat Manchester United setelah 14 bulan, namun prestasinya di Sporting CP—mengakhiri paceklik gelar 19 tahun—menjadi modal utama.
- Keputusan ini berisiko tinggi karena rekam jejak Amorim di Premier League yang buruk, namun potensi taktiknya bisa menjadi pembeda di Serie A.

AC Milan dikabarkan akan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala anyar. Keputusan ini menandai langkah berani Rossoneri setelah musim yang penuh gejolak, dengan mengandalkan pelatih asal Portugal yang pernah gagal di Manchester United namun bersinar di Sporting CP.
Amorim, yang dipecat Manchester United pada Januari lalu setelah hanya 14 bulan menangani Setan Merah, telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Milan. Pengumuman resmi dijadwalkan dalam waktu dekat. Meski kariernya di Inggris berakhir pahit, namanya melambung berkat prestasi gemilang di Sporting CP, di mana ia membawa klub tersebut meraih gelar liga domestik untuk pertama kalinya dalam 19 tahun.
Langkah Milan ini sarat risiko. Amorim belum membuktikan konsistensinya di kompetisi elite Eropa selain Portugal. Gaya bermainnya yang menuntut pressing tinggi dan fleksibilitas taktik mungkin memerlukan waktu adaptasi di Serie A, yang dikenal dengan pendekatan taktis yang ketat. Namun, jika berhasil, ia bisa menjadi sosok yang membawa angin segar bagi skuad yang haus trofi.
Selain Amorim, Milan juga bergerak di level manajemen. Klub dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan direktur olahraga Eintracht Frankfurt, Markus Krösche dan Timmo Hardung. Keduanya saat ini tengah bernegosiasi untuk melepaskan diri dari kontrak mereka di Jerman. Langkah ini menunjukkan ambisi Milan untuk merombak struktur klub secara menyeluruh, tidak hanya di kursi pelatih.
Menurut analis sepak bola Italia, Lorenzo Bettoni, yang membahas topik ini bersama pakar Milan Ben Dixon dalam acara Football Italia Summer Show, keputusan merekrut Amorim adalah taruhan besar. "Amorim memiliki ide permainan yang jelas, tetapi tekanan di Milan berbeda dengan di Sporting. Ia harus segera beradaptasi dengan kultur klub dan tekanan media yang tinggi," ujar Bettoni.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Milan ini menarik untuk diikuti. Serie A memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan kesuksesan atau kegagalan Amorim bisa menjadi cerminan bagi klub-klub Asia yang kerap merekrut pelatih Eropa. Jika Amorim mampu membawa Milan kembali ke papan atas, ia akan membuktikan bahwa kegagalan di Premier League bukanlah akhir dari segalanya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Amorim mengulangi keajaiban Sporting di San Siro? Atau justru ia akan kembali menuai kritik seperti di Manchester? Milan tampaknya siap mengambil risiko, dan musim depan akan menjadi jawabannya.



