Kritik Tajam untuk David di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Dua Pemain Serie A Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Striker Juventus Jonathan David mendapat nilai rendah dari Gazzetta dello Sport usai Kanada ditahan imbang Bosnia di laga pembuka Piala Dunia 2026.
- Gelandang Sassuolo Ismael Koné dan bek Atalanta Sead Kolasinac justru menuai pujian berkat performa gemilang di laga yang sama.
- Hasil imbang ini mengingatkan kembali kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia setelah dikalahkan Bosnia pada play-off Maret lalu.

Laga perdana Piala Dunia 2026 antara Kanada dan Bosnia-Herzegovina yang berakhir imbang 1-1 pada Jumat lalu menyisakan cerita pahit bagi striker Juventus, Jonathan David. Media Italia, Gazzetta dello Sport, memberikan rating 5/10 untuk penampilannya dan melontarkan kritik pedas yang menyasar langsung manajemen anyar Juventus.
David, yang menjadi starter bagi Kanada, gagal memanfaatkan peluang emas pada menit ke-16. Sepakannya dari dalam kotak penalti terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Bosnia, Nikola Vasilj. Gazzetta menulis, “Katakan pada Carnevali bahwa dia menyia-nyiakan peluang dengan kaki kirinya.” Carnevali adalah General Manager dan CEO baru Juventus yang baru diumumkan pada hari yang sama, menggantikan Damien Comolli. Kritik ini seolah menjadi tekanan awal bagi duet Carnevali dan David di musim depan.
Di sisi lain, dua pemain Serie A lainnya justru tampil memukau. Gelandang Sassuolo, Ismael Koné, yang membela Kanada, mendapat rating 6,5/10 dan dijuluki “Midfield Prime Minister” oleh Gazzetta. Penampilannya di lini tengah dianggap menjadi motor permainan Kanada. Sementara itu, bek Atalanta, Sead Kolasinac, menjadi pemain terbaik Bosnia dengan rating yang sama. Kolasinac menunjukkan ketangguhan di lini pertahanan dan kerap memutus serangan lawan.
Hasil imbang ini juga membawa implikasi bagi Italia. Seperti diketahui, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Bosnia pada babak play-off Maret lalu. Kini, melihat Bosnia mampu menahan tuan rumah Kanada, kekalahan Italia terasa semakin perih. Gazzetta menyebut laga ini sebagai “pertandingan yang meninggalkan banyak penyesalan” bagi timnas Italia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Grup yang dihuni Kanada dan Bosnia. Kanada sebagai tuan rumah jelas berambisi melaju jauh, namun performa David yang inkonsisten menjadi catatan. Sementara Bosnia, dengan tulang punggung pemain Serie A, membuktikan diri sebagai lawan tangguh. Pertanyaan selanjutnya: akankah David bangkit di laga-laga berikutnya, atau justru kritik ini menjadi awal dari tekanan besar baginya di Juventus?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5117694/original/024700300_1738425070-202502016BL_Timnas_Indonesia_Vs_Argentina_Futsal_4_Nations_29.JPG)
